Warga Laladan Lamongan Keluhkan Gatal-gatal Gegara Banjir Tak Surut Hampir Sepekan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Situasi banjir Desa Laladan, Kecamatan Deket, Lamongan yang tak kunjung surut. SP/ LMG
Situasi banjir Desa Laladan, Kecamatan Deket, Lamongan yang tak kunjung surut. SP/ LMG

i

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Warga di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Lamongan mengeluhkan gangguan kulit, terutama gatal-gatal di kaki. Pasalnya, hampir setiap hari, mereka harus beraktivitas dengan kaki terendam air banjir yang masih menggenangi halaman dan ruang tamu rumah warga selama sepekan.

Sehingga saat ini, aktivitas warga pun lumpuh ikut lumpuh total. Sebenarnya, terdapat layanan kesehatan di wilayah tersebut, namun, karena keterbatasan kondisi dan aktivitas, ia belum sempat mendatangi lokasi pelayanan kesehatan tersebut.

Salah satu warga Laladan, Mustiah hanya bisa mengelus kakinya yang mulai memerah dan terasa perih. Ia mengaku gatal-gatal yang dialaminya sudah dirasakan sejak beberapa hari terakhir.

"Sudah gatal-gatal semua ini. Banjirnya sudah satu minggu lebih. Sampai sekarang belum dapat obat," kata Mustiah, Senin (12/01/2026). 

Tak hanya soal kesehatan, banjir juga berdampak langsung pada aktivitas pendidikan. Akses jalan menuju sekolah terendam air, memaksa para pelajar berjalan kaki menembus banjir setelah menitipkan kendaraan di lokasi yang lebih tinggi.

Nafa, siswi kelas XI salah satu SMK di Lamongan, merasakan betul beratnya menjalani rutinitas di tengah banjir. Setiap hari, ia harus berjuang lebih keras hanya untuk bisa berangkat sekolah.

"Kalau mau ambil motor harus ke rumah tante dulu, soalnya di depan rumah masih banjir. Sangat mengganggu, semoga cepat surut supaya sekolah nggak terganggu lagi," ujar Nafa.

Warga Laladan berharap, penanganan banjir Bengawan Jero tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga menghadirkan solusi jangka panjang. Mereka ingin bencana tahunan ini tak lagi menjadi ancaman bagi kesehatan, pendidikan, dan aktivitas sehari-hari. "Yang penting banjirnya cepat surut dan ke depan tidak terulang lagi," harap warga. lm-01/dsy

Berita Terbaru

Perkuat Solidaritas dan Tingkatkan Pelayanan Masyarakat, Kapolres Blitar Lakukan Kunjungan Kerja di Polsek Jajaran

Perkuat Solidaritas dan Tingkatkan Pelayanan Masyarakat, Kapolres Blitar Lakukan Kunjungan Kerja di Polsek Jajaran

Rabu, 03 Jun 2026 15:52 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 15:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kapolres Blitar AKBP Rivanda S.I.K., bersama Waka Polres didampingi PJU Polres Blitar laksanakan kunjungan kerja (kunker) ke…

Dari Pelatihan hingga Modal Usaha, Anggaran DBHCHT Jadi Instrumen Pengentasan Pengangguran di Kota Mojokerto

Dari Pelatihan hingga Modal Usaha, Anggaran DBHCHT Jadi Instrumen Pengentasan Pengangguran di Kota Mojokerto

Rabu, 03 Jun 2026 14:28 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 14:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2025 g…

Ukur Ulang Batas Lahan TPA Randegan, BPN Pastikan Tidak Ada Penyerobotan Lahan

Ukur Ulang Batas Lahan TPA Randegan, BPN Pastikan Tidak Ada Penyerobotan Lahan

Rabu, 03 Jun 2026 14:16 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 14:16 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Mojokerto dan warga sekitar melakukan pengukuran ulang …

Evaluasi Total BGN, SATRIA Jatim Sebut Prabowo Tak Main-Main Soal Program Gizi Nasional

Evaluasi Total BGN, SATRIA Jatim Sebut Prabowo Tak Main-Main Soal Program Gizi Nasional

Rabu, 03 Jun 2026 14:02 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 14:02 WIB

SATRIA Jatim Pasang Badan untuk Kebijakan Prabowo Copot Kepala BGN. “Kami mendukung penuh keputusan Presiden Prabowo dalam melakukan pergantian pimpinan BGN. In…

Hadapi Anomali Cuaca, Dinas Pertanian Jombang Rekomendasi Teknis Petani Tembakau

Hadapi Anomali Cuaca, Dinas Pertanian Jombang Rekomendasi Teknis Petani Tembakau

Rabu, 03 Jun 2026 13:36 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 13:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Melihat fenomena cuaca yang tidak menentu melanda Kabupaten Jombang sepanjang awal musim kemarau 2026. Hal itu tentu juga membuat…

Harga Cabai Rawit di Pasar Jombang Tembus hingga Rp100.000 per Kg Pasca Idul Adha

Harga Cabai Rawit di Pasar Jombang Tembus hingga Rp100.000 per Kg Pasca Idul Adha

Rabu, 03 Jun 2026 13:22 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 13:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Pasca Hari Raya Idul Adha 2026, sejumlah harga bahan pokok (bapok), khususnya cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kabupaten…