Uniknya Wisata Banyu Kuning, Kawasan Geoheritage dengan Mata Air Keemasan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Banyu Kuning, sumber mata air unik yang terletak di Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, Bojonegoro, Jawa Timur. SP/ BJN
Banyu Kuning, sumber mata air unik yang terletak di Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, Bojonegoro, Jawa Timur. SP/ BJN

i

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Kabupaten Bojonegoro ternyata menyimpan keindahan alam yang patut dikunjungi. Salah satunya, Banyu Kuning yang merupakan sebuah sumber mata air unik yang terletak di Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, di sela rimbunnya lereng Gunung Pandan, Rabu (04/02/2026).

Tampilannya yang unik, lantaran endapan sumber airnya berwarna keemasan yang melekat pada batu-batu di sekitar titik keluarnya air, meskipun sejatinya air yang mengalir tetap bening dan jernih. Sumber air ini cukup populer di kalangan warga lokal maupun pelancong domestik yang mencari pengalaman wisata alam yang berbeda dari destinasi pantai atau air terjun pada umumnya.

Selain itu, potensinya sebagai kawasan geoheritage, sekaligus peluang pengembangan wisata alam berbasis edukasi yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga setempat. Keunikan geologis yang dimiliki menjadikan lokasi ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga bernilai ilmiah.

Sementara itu, salah satu daya tarik utama Banyu Kuning adalah sumber mata airnya yang memiliki suhu relatif hangat, berbeda dengan mata air pegunungan pada umumnya. Banyak wisatawan awalnya mengira warna kuning berasal dari air itu sendiri, padahal penyebabnya berasal dari kondisi batuan di sekitarnya.

Diketahui, penampakan air yang terlihat berwarna kuning merupakan hasil dari fenomena alam pada batuan di area sumber mata air. Warna kuning mencolok tersebut disebabkan oleh lapisan endapan yang menyerupai lumpur dan melekat kuat pada permukaan batuan yang dilalui aliran air.

Endapan inilah yang menciptakan ilusi optik, seolah-olah air Banyu Kuning memiliki rona kekuningan. Padahal, yang berubah warna adalah batuan dan endapan mineralnya, bukan airnya.

Fenomena ini menjadi ciri khas sekaligus identitas alamiah Banyu Kuning.
Mengingat keunikan geologis dan karakteristik alaminya, Banyu Kuning dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut. Selain itu, dalam penelitian tersebut, disebutkan bahwa suhu air di kawasan Banyu Kuning tergolong cukup tinggi, yakni mencapai sekitar 40 derajat Celsius. 

Meski memiliki khasiat terapeutik dan kandungan mineral yang unik, status Banyu Kuning sebagai manifestasi panas bumi memiliki konsekuensi penting bagi pengunjung. Dengan pengelolaan yang tepat, Banyu Kuning dapat dikembangkan sebagai wisata edukasi berbasis alam yang menempatkan konservasi sebagai prioritas utama. bj-01/dsy

Berita Terbaru

Empat Truk Pengangkut Pasir Terjebak Arus Deras di Sungai Besuk Koboan Lumajang, Polisi Lakukan Evakuasi

Empat Truk Pengangkut Pasir Terjebak Arus Deras di Sungai Besuk Koboan Lumajang, Polisi Lakukan Evakuasi

Minggu, 01 Nov 2026 21:26 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 21:26 WIB

SURABAYA PAGI, Lumajang– Sebanyak Empat truk pengangkut pasir terjebak derasnya arus air di kawasan pertambangan pasir CV Manfaat Manunggal Nusantara, Sungai B…

Bantai Wakil Singapura 6-1, MilkLife Strikers Buka Singa Cup dengan Hattrick Ika Wonda

Bantai Wakil Singapura 6-1, MilkLife Strikers Buka Singa Cup dengan Hattrick Ika Wonda

Minggu, 01 Nov 2026 20:21 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 20:21 WIB

SurabayaPagi, Singapura – Tim MilkLife Strikers mengawali kiprahnya di turnamen internasional Singa Cup 2026 dengan hasil gemilang. Menghadapi wakil tuan rumah …

Sekolah Surabaya Pertahankan Dominasi, Bandung Lahirkan Dua Juara Baru di MilkLife Soccer Challenge

Sekolah Surabaya Pertahankan Dominasi, Bandung Lahirkan Dua Juara Baru di MilkLife Soccer Challenge

Minggu, 01 Nov 2026 20:06 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 20:06 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Persaingan sepak bola putri usia dini di Surabaya dan Bandung semakin kompetitif. MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 2026–2027 men…

Gudang di Ponorogo Terbakar Hebat, Api Disebut Berasal dari Pembakaran Sisa Tanaman Jagung

Gudang di Ponorogo Terbakar Hebat, Api Disebut Berasal dari Pembakaran Sisa Tanaman Jagung

Minggu, 01 Nov 2026 18:31 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 18:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo – Gudang barang bekas (rosok) milik Tugiantoro, warga Desa Turi, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terbakar pada M…

BeautyFest Asia by Popbela.com Hadir di Surabaya, Bagikan Promo Produk Kosmetik yang Sangat Menarik

BeautyFest Asia by Popbela.com Hadir di Surabaya, Bagikan Promo Produk Kosmetik yang Sangat Menarik

Minggu, 01 Nov 2026 18:01 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 18:01 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- BeautyFest Asia by Popbela.com hadir melalui penyelenggaraan di Surabaya pada 30 Oktober–1 November 2026 di Convention Hall, Tunjungan …

Ratusan Botol Miras Disita Polisi dari Kafe di Ujungpangkah Gresik

Ratusan Botol Miras Disita Polisi dari Kafe di Ujungpangkah Gresik

Minggu, 01 Nov 2026 17:36 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 17:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Peredaran minuman beralkohol (miras) tanpa izin kembali ditertibkan aparat kepolisian. Kali ini, jajaran Polres Gresik menyasar s…