Praktisi Ungkap Lima indikator Korupsi Pengadaan, Pecah Paket Proyek Jadi Modus Lama

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Putut Kristiawan, Praktisi Pengadaan Barang dan Jasa.
Putut Kristiawan, Praktisi Pengadaan Barang dan Jasa.

i

‎SURABAYA PAGI, Madiun – Praktik korupsi dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah masih sering berawal dari proses yang tidak transparan. Praktisi pengadaan barang dan jasa, Putut Kristiawan, mengungkap sedikitnya ada lima pola yang kerap menjadi pintu masuk terjadinya korupsi di sektor tersebut.
‎
‎Hal itu disampaikan dalam kegiatan pembinaan pencegahan korupsi pengadaan barang dan jasa yang digelar Pemerintah Kabupaten Madiun dan diikuti seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), Kamis (5/3/2026).
‎
‎Menurut Putut, indikator pertama adalah tidak transparannya proses pengadaan. Kondisi ini sering membuka ruang kolusi antara pejabat pengadaan dengan penyedia barang atau jasa.
‎
‎“Yang kedua adanya kepentingan politik atau kolusi antara pejabat dan penyedia. Ketiga permainan anggaran atau mark up harga. Keempat kegiatan fiktif. Kelima manipulasi serah terima hasil pekerjaan,” ujarnya.
‎
‎Ia juga menyoroti praktik “pecah paket” proyek yang kerap digunakan untuk menghindari mekanisme tender.
‎
‎“Misalnya satu proyek besar dipecah menjadi beberapa paket kecil agar tidak melalui tender. Ini pola lama yang sering digunakan untuk mempermudah pengaturan pemenang,” katanya.
‎
‎Selain itu, Putut mengingatkan adanya risiko manipulasi pada tahap serah terima pekerjaan. Dalam beberapa kasus, pekerjaan yang belum selesai atau kualitasnya tidak sesuai kontrak tetap dinyatakan selesai dan dibayarkan.
‎
‎Untuk meminimalkan potensi penyimpangan, pemerintah pusat melalui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengembangkan sistem pemantauan digital melalui Monitoring Center for Prevention (MCP) yang terintegrasi dengan sistem perencanaan dan penganggaran daerah.
‎
‎“Sekarang kegiatan pemerintah daerah dipantau secara digital melalui MCP dan sistem SIPD. Setiap perubahan atau ketidaksesuaian data anggaran bisa terdeteksi,” jelasnya.
‎
‎Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Madiun, Mohammad Hadi Sutikno, mengatakan pembinaan ini bertujuan meningkatkan pemahaman OPD agar proses pengadaan berjalan sesuai regulasi dan terhindar dari kesalahan teknis maupun administratif.
‎
‎“Pengadaan barang dan jasa kita awali dari perencanaan di SiRUP agar potensi kesalahan maupun penyimpangan bisa dicegah sejak awal,” ujarnya.mdn
‎

Tag :

Berita Terbaru

760 Ribu Perjalanan ke Surabaya per Hari, Fraksi PDIP Jatim Gagas Transportasi Terintegrasi

760 Ribu Perjalanan ke Surabaya per Hari, Fraksi PDIP Jatim Gagas Transportasi Terintegrasi

Selasa, 27 Okt 2026 11:33 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur meminta integrasi transportasi publik tidak berhenti pada penambahan rute dan pembangunan i…

Tindaklanjuti Tak Bayar Retribusi, Pemkot Surabaya Tertibkan Bangunan di Lahan Aset

Tindaklanjuti Tak Bayar Retribusi, Pemkot Surabaya Tertibkan Bangunan di Lahan Aset

Selasa, 27 Okt 2026 11:09 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti sejumlah bangunan yang berdiri di atas lahan aset Pemkot Surabaya seluas 7.668 meter persegi di Jalan Barata Jaya…

Pemkab Lumajang Pastikan Huntap Penyintas Erupsi Gunung Semeru Tepat Guna

Pemkab Lumajang Pastikan Huntap Penyintas Erupsi Gunung Semeru Tepat Guna

Selasa, 27 Okt 2026 11:01 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melihat masih ada hunian yang kosong setelah beberapa tahun ditempati penyintas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memastikan…

Momentum Agenda Gandrung Sewu, Penginapan di Banyuwangi Terisi Penuh

Momentum Agenda Gandrung Sewu, Penginapan di Banyuwangi Terisi Penuh

Selasa, 27 Okt 2026 10:42 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 10:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Menjelang momentum agenda Gandrung Sewu 2026, sejumlah hotel maupun homestay di Kabupaten Banyuwangi, kini terisi penuh…

Walikota Mojokerto Minta Duta Anti Narkoba Lakukan Preventif Cegah Narkoba

Walikota Mojokerto Minta Duta Anti Narkoba Lakukan Preventif Cegah Narkoba

Selasa, 27 Okt 2026 07:37 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 07:37 WIB

SURABAYA PAGI.com, Mojokerto – Pemilihan Duta Anti Narkoba Kota Mojokerto bukan sekadar ajang pencarian bakat, melainkan upaya promotif dan preventif untuk m…

Mahasiswi UIN KHAS Jember Diduga Diperkosa saat Tidur

Mahasiswi UIN KHAS Jember Diduga Diperkosa saat Tidur

Selasa, 27 Okt 2026 07:22 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 07:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember – Dugaan pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember saat menjalani P…