SURABAYAPAGI.com, Jember - Menindaklanjuti viralnya fenomena panic buying lantaran stok bahan bakar minyak (BBM) dikabarkan hanya bisa bertahan 20 hari membuat warga Indonesia, khususnya di Jember was-was dan bahkan rela mengantre panjang demi mendapatkan stok BBM.
Melihat hal itu, Bupati Jember Muhammad Fawait memastikan, stok bahan bakar minyak (BBM) di wilayahnya aman bahkan saat ini Jember mendapatkan tambahan pasokan hingga 400 ribu liter untuk mengatasi antrean panjang yang terjadi belakangan ini.
Diketahui, untuk tambahan alokasi tersebut masuk secara bertahap dalam dua hari. Hal ini diputuskan usai pihaknya menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Polres Jember, Pertamina, dan Hiswana Migas. Dan selanjutnya, tambahan pasokan yang lebih besar menyusul pada hari berikutnya. Jember akan mendapatkan tambahan pasokan sebanyak 300 ribu liter BBM.
"Dari hasil rakor ada beberapa keputusan, di antaranya per hari Jumat tanggal 6 Maret, Kabupaten Jember akan mendapatkan tambahan alokasi BBM sebanyak 100 ribu liter. Dan pada Sabtu 7 Maret 2026 (hari ini), Jember akan mendapatkan tambahan pasokan BBM sebanyak 300 ribu liter. Jadi stoknya sangat melimpah," jelas Bupati Fawait, Minggu (08/03/2026).
Selain itu, dengan melimpahnya stok tersebut, pria yang karib disapa Gus Fawait itu memperingatkan oknum-oknum nakal agar tidak mencoba bermain-main dengan stok BBM. Dia meminta niat menimbun segera diurungkan. Nantinya, pihaknya mengaku akan berkolaborasi dengan kepolisian untuk menindak tegas siapa pun yang kedapatan menimbun atau menjual BBM di atas harga wajar. Tindakan awalnya, kata dia, yakni adalah teguran.
Sebagai informasi, rakor dilakukan bersama dengan Polres Jember, Pertamina dan Hiswana dilakukan setelah pihak Pertamina dan Hiswana melakukan peninjauan langsung terhadap 4 SPBU di Kabupaten Jember (SPBU Sabtuan di Jalan Basuki Rahmat, SPBU Tegal Besar, SPBU Gajah Mada, dan SPBU Ahmad Yani). Dan berdasarkan dari peninjauan langsung tersebut, pihak Pertamina dan Hiswana juga memastikan bahwa stok BBM untuk Jember masih melimpah. jr-01/dsy
Editor : Redaksi