Kebijakan FSD Kembali Diubah, Pemilik Tesla Model Cybertruck Kesal dan Merasa Dirugikan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Tesla tidak lagi menyediakan fitur Full Self-Driving (Supervised) sebagai pembelian satu kali. SP/ JKT
Ilustrasi. Tesla tidak lagi menyediakan fitur Full Self-Driving (Supervised) sebagai pembelian satu kali. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Salah satu pabrikan otomotif ternama dan mewah milik Elon Musk yakni Tesla baru-baru ini mengejutkan pelanggan dengan perubahan terbaru terkait sistem bantuan berkendara Full Self-Driving (FSD). Tentu saja kebijakan tersebut membuat para pembeli tesla model Cybertruck kesal, kecewa karena merasa dirugikan.

Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat itu memang dikenal kerap mengubah harga maupun aturan penjualan secara mendadak, sesuatu yang sudah menjadi bagian dari citra publik perusahaan. Bahkan, beberapa tahun lalu Tesla sempat menarik kembali larangan penjualan ulang Cybertruck, dan kini perusahaan kembali memicu kebingungan dengan revisi kebijakan FSD. 

Kini, Tesla tidak lagi menyediakan fitur Full Self-Driving (Supervised) sebagai pembelian satu kali. Tesla juga menyatakan bahwa pemilik yang sudah membayar FSD secara penuh hanya dapat memindahkan fitur tersebut ke kendaraan berikutnya apabila mereka menerima pengiriman mobil Tesla baru sebelum 31 Maret.

Tak lama setelah kebijakan itu diumumkan, Tesla sempat melakukan revisi terhadap program Transfer FSD. Perusahaan menyebut pelanggan cukup melakukan pemesanan sebelum 31 Maret untuk tetap memenuhi syarat transfer. Perubahan ini mulai berlaku pada 20 Januari 2026 dan memberikan fleksibilitas lebih kepada pembeli, khususnya mereka yang ingin mendapatkan unit pesanan khusus terakhir dari Model S atau Model X sebelum produksi model tersebut dihentikan.

Meski begitu, pelanggan yang telah memesan mobil dan memperoleh estimasi pengiriman pada atau sebelum 31 Maret masih bisa memanfaatkan transfer FSD, meskipun pengiriman akhirnya mundur hingga April akibat keterlambatan dari pihak Tesla. Sebaliknya, pembeli yang mendapatkan estimasi pengiriman setelah 31 Maret tidak lagi memenuhi syarat untuk memindahkan FSD mereka. Dan kelompok yang kemungkinan paling terdampak adalah pemesan Tesla Cybertruck Dual-Motor AWD terbaru. 

Sehingga, sebagai upaya meredakan kekecewaan pelanggan, Tesla menawarkan pengembalian dana penuh bagi mereka yang membatalkan pesanan. Ini termasuk biaya pemesanan sebesar 250 dolar AS yang biasanya tidak dapat dikembalikan, Selasa (10/03/2026). jk-06/dsy

Berita Terbaru

Persela Hajar Persijap 2-0, Yudo Persembahkan Dua Gol bagi Fans dan Istri yang Baru Melahirkan

Persela Hajar Persijap 2-0, Yudo Persembahkan Dua Gol bagi Fans dan Istri yang Baru Melahirkan

Selasa, 03 Nov 2026 22:23 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 22:23 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Lamongan – Persela Lamongan tampil impresif dengan menaklukkan Persijap Jepara 2-0 dalam pertandingan J League 2026 yang berlangsung di S…

Penuh Optimisme Kontingen POPDA Lamongan Siap Borong Medali

Penuh Optimisme Kontingen POPDA Lamongan Siap Borong Medali

Selasa, 03 Nov 2026 21:28 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Semangat dan optimisme mewarnai pemberangkatan Kontingen Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Lamongan ke-XV Tahun…

Gugatan Rp21,4 Miliar Mentah! Nany Widjaja Menang, Dalil PT Java Fortis Tak Terbukti di PN Surabaya

Gugatan Rp21,4 Miliar Mentah! Nany Widjaja Menang, Dalil PT Java Fortis Tak Terbukti di PN Surabaya

Selasa, 03 Nov 2026 21:25 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 21:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) senilai Rp21,43 miliar yang dilayangkan PT Java Fortis Corporindo terhadap mantan d…

Diduga Peras Pengusaha, Admin Medsos Ponorogo Jadi Tersangka

Diduga Peras Pengusaha, Admin Medsos Ponorogo Jadi Tersangka

Selasa, 03 Nov 2026 18:45 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 18:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo– Seorang admin media sosial di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berinisial NR ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ancaman …

Untuk Hasil Yang Lebih Maksimal, Petani dan Pembudidaya Konvensional di Lamongan Beralih ke AIoT

Untuk Hasil Yang Lebih Maksimal, Petani dan Pembudidaya Konvensional di Lamongan Beralih ke AIoT

Selasa, 03 Nov 2026 18:43 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 18:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Untuk mencapai hasil yang maksimal di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan secara menyeluruh berhasil, diperlukan inovasi…

Tanjung Perak Jadi Pilot Project Zero ODOL, Pemerintah Perketat Pengawasan Kendaraan dan Muatan Kapal

Tanjung Perak Jadi Pilot Project Zero ODOL, Pemerintah Perketat Pengawasan Kendaraan dan Muatan Kapal

Selasa, 03 Nov 2026 15:45 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 15:45 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah mulai memperketat pengawasan kendaraan dan barang yang diangkut melalui jalur laut. Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, d…