Aktivitas Produksi Brem UMKM Madiun Tertunda Gegara Musim Hujan Berkepanjangan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Salah satu produksi UMKM brem di Kabupaten Madiun, Jawa Timur sedang melakukan tahap pengeringan brem. SP/ MDN
Ilustrasi. Salah satu produksi UMKM brem di Kabupaten Madiun, Jawa Timur sedang melakukan tahap pengeringan brem. SP/ MDN

i

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Melihat cuaca ekstrem yang tidak menentu, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang tidak hanya membuat warga was-was, namun juga mengakibatkan terhambatnya aktivitas produksi UMKM brem di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. 

Para pengrajin mengaku proses pembuatan makanan khas daerah tersebut mengalami keterlambatan karena sangat bergantung pada sinar matahari untuk tahap pengeringan. Hal itu diakibatkan karena kondisi cuaca yang tidak menentu menyebabkan alur produksi hingga pengemasan tidak dapat berjalan sesuai jadwal normal.

Padahal, untuk proses penjemuran yang biasanya dapat diselesaikan dalam waktu singkat kini membutuhkan waktu jauh lebih lama. Jika pada saat cuaca cerah, penjemuran hanya memerlukan waktu sekitar empat jam. Namun, ketika intensitas hujan tinggi, proses tersebut bisa memakan waktu hingga tiga hari agar brem benar-benar kering.

Pasalnya, jika dalam proses pengeringan tidak sempurna dinilai berisiko menurunkan kualitas produk karena brem menjadi mudah rusak saat dikemas dan disimpan. Sehingga, adanya Penundaan produksi dianggap sebagai langkah untuk menjaga standar mutu agar produk tetap layak dipasarkan ke luar daerah.

Bahkan, sebagian pelaku UMKM memilih beradaptasi dengan menggunakan alat pengering atau oven sebagai alternatif pengganti sinar matahari. Penggunaan oven dinilai mampu mempercepat proses pengeringan sehingga produksi tidak tertunda terlalu lama. Dengan metode ini, brem dapat segera dikemas dan didistribusikan ke pasar.

Namun, penggunaan oven juga memiliki keterbatasan. Proses pengeringan tidak dapat dilakukan sekaligus dalam jumlah besar karena menyesuaikan kapasitas alat pemanas. Pengeringan harus dilakukan secara bertahap, sehingga tetap membutuhkan pengaturan waktu produksi yang lebih ketat dibandingkan saat menggunakan penjemuran alami.

Meskipun volume produksi tidak mengalami penurunan signifikan, pelaku usaha mengakui bahwa musim hujan membuat waktu pengerjaan menjadi lebih lama dibandingkan kondisi normal. Bagi UMKM Indonesia, kondisi ini menegaskan pentingnya inovasi teknologi sederhana dalam proses produksi agar usaha tetap berjalan stabil meskipun menghadapi perubahan iklim dan musim penghujan yang berkepanjangan. md-01/dsy  

Berita Terbaru

Dosen Hukum Korporasi Pertanyakan Dasar Hukum Perubahan Kebijakan CSR untuk STIKES BHM

Dosen Hukum Korporasi Pertanyakan Dasar Hukum Perubahan Kebijakan CSR untuk STIKES BHM

Rabu, 29 Jul 2026 20:51 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 20:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Dosen Hukum Korporasi Universitas Merdeka Madiun, Angga Pramodya Pradhana, mempertanyakan dasar hukum perubahan kebijakan Pemkot…

Atasi Kekeringan, Pemkab Lamongan Salurkan Air Bersih

Atasi Kekeringan, Pemkab Lamongan Salurkan Air Bersih

Rabu, 29 Jul 2026 17:31 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 17:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Mengatasi dampak musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Lamongan salurkan 25 ribu liter air bersih kepada masyarakat, Selasa (28/7)…

Hebat!, Kota Mojokerto Raih Empat Penghargaan HARGANAS Ke-33

Hebat!, Kota Mojokerto Raih Empat Penghargaan HARGANAS Ke-33

Rabu, 29 Jul 2026 17:26 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Inovasi, komitmen, dan keberhasilan Pemerintah Kota Mojokerto dalam menjalankan berbagai program pembangunan keluarga membuahkan a…

DPR RI Apresiasi Kampung Batik Ceria Surabaya, Jadi Contoh Edukasi Anak Tanpa Gadget

DPR RI Apresiasi Kampung Batik Ceria Surabaya, Jadi Contoh Edukasi Anak Tanpa Gadget

Rabu, 29 Jul 2026 16:42 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 16:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pagi itu, suasana di Jalan Sumber Mulyo IV, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya, terasa berbeda. Di antara deretan rumah w…

Taman Cak Durasim Jadi Pusat Kreasi, BHS Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Jatim

Taman Cak Durasim Jadi Pusat Kreasi, BHS Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Jatim

Rabu, 29 Jul 2026 16:16 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 16:16 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Anggota DPR RI Komisi VII, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mengunjungi Taman Budaya Cak Durasim Surabaya, Rabu (29/7/2026). Dalam k…

Ribuan Peserta KKN UMM Terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan

Ribuan Peserta KKN UMM Terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan

Rabu, 29 Jul 2026 16:02 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 16:02 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Malang - BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan kepada 1.258 mahasiswa peserta program kuliah kerja nyata (KKN) Universitas …