SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Berdasarkan data dari tim dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD di lapangan, sebanyak 7.435 unit rumah yang tersebar di enam kecamatan di Situbondo terdampak banjir bandang yang terjadi beberapa hari lalu.
Kalaksa BPBD Situbondo, Timbul Surjanto, mengungkap jika rumah warga yang terdampak banjir paling parah akibat luapan air Sungai Lubawang berada di Desa Kalianget, Banyuglugur.
"Selain penanganan pasca-banjir, tim BPBD juga terus melakukan asesmen ke lokasi terdampak," jelasnya, Senin (26/01/2026).
Pihaknya merinci, di Kecamatan Banyuglugur mencapai 1.271 unit rumah, tersebar di Desa Kalianget 1.065 rumah, Desa Banyuglugur 65 rumah, Desa Lubawang 140 rumah, dan di Desa Tepos satu rumah.
Sementara itu, dampak terparah banjir luapan air sungai itu, yakni di Kecamatan Besuki sebanyak 5.414 rumah. Yaitu tersebar di Desa Pesisir 2.822 rumah, Desa Kalimas 238 rumah, Desa Demung 44 rumah, Desa Besuki 2.306 rumah, dan di Desa Bloro 4 rumah.
Selain itu, dampak dari hujan berintensitas tinggi tersebut juga menyebabkan sejumlah aliran sungai meluap dan menggenangi 113 rumah warga di Desa Mlandingan Wetan, Kecamatan Bungatan.
Diketahui, banjir bandang di Kecamatan Mlandingan, menerjang sebanyak 402 unit rumah yang tersebar di Desa Selomukti 305 rumah dan Desa Mlandingan Kulon 97 rumah. Selanjutnya di Desa/Kecamatan Kendit sebanyak 227 rumah, dan Desa Curah Suri, Kecamatan Jatibanteng sebanyak 8 rumah.
"Yang jelas data rumah terdampak banjir akan terus diperbarui. Termasuk fasilitas umum, lembaga pendidikan, dan pertanian serta infrastruktur jalan ataupun jembatan," pungkas Timbul. st-01/dsy
Editor : Redaksi