SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) memastikan kesiapan infrastruktur pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) untuk mendukung arus mudik Lebaran 2026. Salah satunya melalui pengoperasian SPKLU Center Surabaya di wilayah kerja PLN UP3 Surabaya Selatan yang disiapkan untuk melayani meningkatnya pengguna mobil listrik, Kamis (12/3/2026).
Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto mengatakan keberadaan SPKLU Center Surabaya menjadi bagian dari upaya PLN dalam memperkuat layanan bagi pengguna kendaraan listrik, terutama menjelang momen mudik Idul Fitri.
“Pada pagi hari ini saya berada di SPKLU Center Surabaya yang dibangun PLN dengan mengoptimalkan enam mesin pengisian serta beberapa mesin tambahan. Ini kami siapkan untuk melayani masyarakat Surabaya yang menggunakan mobil listrik dan jumlahnya terus meningkat,” ujar Adi.
Ia menjelaskan, penyediaan infrastruktur tersebut juga menjadi bentuk kesiapan PLN dalam menghadapi lonjakan pengguna kendaraan listrik saat mudik Lebaran.
Menurut Adi, pada musim mudik tahun ini diperkirakan terdapat lebih dari 23.000 kendaraan listrik yang akan melakukan perjalanan dari total sekitar 208.000 kendaraan listrik yang saat ini beroperasi di Indonesia.
“Dengan semakin banyaknya SPKLU, masyarakat dapat menggunakan mobil listrik dengan aman dan percaya diri saat mudik. Sejauh ini juga belum ada keluhan berarti dari pengguna terhadap fasilitas SPKLU yang kami sediakan,” katanya.
Secara nasional, PLN telah menyediakan sekitar 4.700 unit SPKLU yang tersebar di berbagai daerah. Khusus untuk mendukung arus mudik Lebaran 2026, PLN menyiapkan sekitar 1.680 SPKLU di sepanjang jalur mudik.
Selain itu, PLN juga menghadirkan SPKLU Mobile sebagai layanan darurat bagi pengguna kendaraan listrik yang mengalami kendala saat perjalanan.
“Di sepanjang jalur mudik kami menyediakan 16 titik SPKLU Mobile. Jika ada pengguna yang kehabisan daya atau mengalami kendala, cukup menghubungi PLN melalui layanan PLN 123 atau aplikasi PLN Mobile,” jelasnya.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur Achmad Mustaqir menyampaikan bahwa khusus di Provinsi Jawa Timur, PLN telah menyiapkan 297 unit SPKLU yang tersebar di 158 lokasi.
Ia menambahkan seluruh jalur tol utama di Jawa Timur, baik arah A maupun B, telah dilengkapi fasilitas SPKLU untuk mendukung perjalanan kendaraan listrik.
“Di Jawa Timur saat ini juga sudah beroperasi lima lokasi SPKLU Center. Kami terus mengembangkan jumlah dan kualitas layanan SPKLU dengan berkolaborasi bersama mitra, baik dari sektor swasta maupun pemerintah,” ujar Mustaqir.
Ia mengungkapkan penggunaan SPKLU di Jawa Timur menunjukkan tren peningkatan signifikan. Berdasarkan data PLN, transaksi pengisian listrik pada periode Januari–Februari tahun ini meningkat 277 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik.
Untuk meningkatkan kenyamanan pengguna, sejumlah fasilitas tambahan juga disediakan di SPKLU Center, seperti mesin penjual minuman hingga rencana pembangunan kafe bagi pengunjung yang menunggu proses pengisian daya kendaraan.
“Pengisian biasanya membutuhkan waktu sekitar 15–20 menit. Sambil menunggu, pengunjung bisa bersantai dan menikmati fasilitas yang tersedia,” katanya.
PLN juga menyiagakan petugas di berbagai titik SPKLU selama masa Siaga Ramadan dan Idul Fitri untuk membantu pengguna yang mengalami kesulitan saat melakukan pengisian daya kendaraan.
Salah satu pengguna kendaraan listrik, Surya, warga Kediri, mengaku terbantu dengan keberadaan SPKLU yang semakin mudah dijangkau.
“Dengan mobil listrik ini lebih irit karena tidak menggunakan bahan bakar. Tarikannya juga lebih enteng. Awalnya saya kira mengisi di SPKLU cukup sulit, tapi setelah ditunjukkan ternyata mudah,” ujarnya.
Surya mengaku berencana menggunakan mobil listriknya untuk mudik ke Kediri saat Lebaran nanti. Byb
Editor : Redaksi