SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka meningkatkan dan mendorong transparansi digitalisasi layanan parkir, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan sistem parkir digital atau pembayaran nontunai di kawasan wisata Kebun Binatang Surabaya (KBS). Mengingat sistem ini merupakan hal baru, baik bagi pengelola KBS maupun pengunjung, sehingga perlu diimplementasikan berupa koordinasi yang intensif.
"Meski demikian pada tahap awal penerapan, sistem parkir digital berjalan lancar. Kemarin waktu kita implementasi awal, alhamdulillah tidak ada kendala," ujar Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) KBS Muhammad Nahroni, Selasa (14/04/2026).
Sementara itu, terkait tarif, Nahroni memastikan tidak ada perubahan dibanding sebelumnya, dengan tarif parkir sepeda motor sebesar Rp5.000 dan mobil Rp10.000 dengan sistem flat. Selain itu, sistem pembayaran nontunai yang diterapkan cukup fleksibel karena dapat menggunakan berbagai metode pembayaran digital. "QRIS bisa, pakai e-money semua juga bisa di kami," katanya.
Nahroni mengungkapkan respon pengunjung terhadap sistem parkir digital ini cenderung positif. Meski demikian, ia mengakui bahwa dalam kondisi ramai transaksi menggunakan QRIS membutuhkan waktu lebih lama dibanding metode lain.
"Kita sudah koordinasi dengan teman-teman Dishub, ketika nanti pengunjung ramai, kita akan tambah alat sehingga kita gunting seperti di tol. Secara implementasi tidak ada kendala," ujarnya.
Pengunjung KBS mayoritas merupakan keluarga yang memanfaatkan momen liburan untuk mengajak anak-anak mengenal satwa secara langsung. Sedangkan dari sisi akses, pintu utama dan pintu 12 masih menjadi jalur favorit pengunjung. Sementara itu, keberadaan Tunnel Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) - KBS turut berkontribusi signifikan dengan menyumbang sekitar 40 hingga 49 persen dari total arus kunjungan ke kawasan tersebut. sb-03/dsy
Editor : Redaksi