SURABAYAPAGI.com,Sidoarjo - Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo terus melakukan optimalisasi pemungutan pajak daerah dan inovasi pelayanan untuk mendorong kesadaran serta kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak. Pada akhir 2025 hingga awal 2026, langkah strategis yang dilakukan mencakup digitalisasi, kemudahan akses pembayaran, serta program insentif. Untuk mendorong daya tarik masyarakat untuk membayar pajak tepat waktu.
Kepala bidang Pajak PBB Djen Anis saat di temui di tempat kerjanya mengatakan BPPD kabupaten Sidoarjo memberi kemudahan bagi masyarakat untuk membayar pajak.
Berikut bentuk optimalisasi dan inovasi BPPD Sidoarjo untuk mendorong partisipasi wajib pajak:
Melalui pembebasan Denda (Pemutihan) Pajak Daerah: BPPD Sidoarjo memberlakukan program pembebasan sanksi administratif atau denda pajak daerah. Program ini berlangsung mulai 5 November 2025 hingga 8 April 2026, mencakup PBB-P2.
Inovasi "Polling PBB": Metode ini mendekatkan loket pembayaran langsung ke pemukiman warga melalui desa dan kelurahan, sehingga wajib pajak tidak perlu pergi jauh untuk membayar PBB," ujarnya, Selasa (21/04/2026).
Digitalisasi Pelayanan (E-PBB & APDS): BPPD mengembangkan Aplikasi Pajak Daerah Sidoarjo (APDS) dan sistem E-PBB untuk memudahkan pembayaran secara praktis, cepat, dan aman melalui situs resmi.
Pembayaran Non-Tunai di Gerai Modern: Pembayaran PBB-P2 kini semakin mudah melalui minimarket (Indomaret/Alfamart), gerai modern, BUMDes, hingga bank-bank mitra (Bank Jatim, Mandiri, BNI, dll).Layanan Jemput Bola (Mobile): BPPD menyediakan layanan keliling, seperti di Car Free Day (CFD) Sidoarjo, untuk melayani wajib pajak yang sibuk di hari kerja.
Dilakukan sosialisasi masif mengenai kewajiban pajak dan transparansi penggunaan hasil pajak untuk pembangunan daerah, termasuk melalui "Taxcited Sidoarjo 2025".
Upaya-upaya ini terbukti efektif, dengan realisasi penerimaan pajak daerah, pada tahun 2025 target 290 Milyar, terpenuhi bahkan melebihi yakni 303,9 Milyar, menunjukkan respon positif dari masyarakat terhadap kemudahan yang diberikan.
Di Tahun 2026, targetnya 301 Milyar pada triwulan pertama masuk pendapatan 61,9 Milyar sehingga optimis mampu melebihi dari target sebelumnya. hdk/hik
Editor : Redaksi