SURABAYAPAGI.com, Tuban - Dalam rangka menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban menggelar Diseminasi Audit Maternal Perinatal Surveilans Respons (AMP-SR) di Gedung Korpri.
Diketahui, dengan adanya AMP-SR dapat menjadi pedoman penting dalam menganalisis kasus kematian ibu dan bayi. Kegiatan ini mempertemukan tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas pelayanan untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menangani kasus maternal dan neonatal.
Pelaksana Tugas Kepala Dinkes P2KB Tuban, Drg. Roikan, M.H mengungkap, nantinya tenaga kesehatan menelusuri penyebab kematian dan menyusun rekomendasi agar layanan kesehatan ibu dan anak semakin responsif.
Selain itu, pihaknya juga menegaskan langkah tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menekan risiko kematian. Kegiatan ini diikuti Kepala Bapperida Tuban, direktur rumah sakit negeri dan swasta, kepala puskesmas, serta organisasi profesi seperti IDI, IBI, PKK, dan Muslimat NU Tuban.
Sehingga, dengan adanya kehadiran berbagai pihak memperkuat ruang diskusi sehingga koordinasi antara rumah sakit, puskesmas, dan Dinas Kesehatan dapat berjalan lebih cepat ketika menangani kasus berisiko tinggi.
Diketahui, berdasarkan Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) per 24 November 2025 di Kabupaten Tuban, yang mencatat 14 kematian ibu dan 82 kematian bayi. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencatat 24 kematian ibu dan 110 kematian bayi.
Adanya penurunan ini menunjukkan dampak positif dari evaluasi rutin yang dilakukan pemerintah daerah bersama fasilitas layanan kesehatan. Sehingga, dengan adanya kolaborasi lintas sektor yang telah berjalan dapat semakin menurunkan AKI dan AKB di Kabupaten Tuban. tb-01/dsy
Editor : Desy Ayu