Perajin Tempe di Ponorogo Terpaksa Perkecil Ukuran Imbas Harga Kedelai dan Plastik Naik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Perajin tempe sedang tahap produksi. SP/ PNG
Ilustrasi. Perajin tempe sedang tahap produksi. SP/ PNG

i

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Melihat fenomena maraknya komoditas kedelai membuat para perajin tempe di Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Ponorogo, Jawa Timur, mengurangi ukuran produk mereka, demi mempertahankan usaha mereka.

Langkah ini diambil karena para perajin tidak berani menaikkan harga jual di tengah tuntutan pasar dan daya beli masyarakat yang terbatas. Tak hanya kedelai, harga plastik sebagai bahan pembungkus juga mengalami kenaikan hingga hampir dua kali lipat. Kondisi ini semakin menambah beban produksi para perajin.

Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh Hadi Prayitno, perajin tempe setempat yang mengaku harus memutar otak untuk mempertahankan usahanya yang telah dirintis selama 14 tahun terakhir. Salah satu langkah yang diambil adalah mengurangi berat tempe. Jika sebelumnya satu kotak tempe memiliki berat 380 gram, kini hanya 350 gram atau berkurang sekitar 30 gram.

“Tidak ada jalan lain selain menyiasati. Ukurannya terpaksa dikurangi sedikit,” ujarnya, Rabu (06/05/2026).

Diketahui untuk kenaikan harga kedelai yang terjadi dalam dua bulan terakhir menjadi penyebab utama. Per Senin, 4 Mei, harga kedelai kembali naik sebesar Rp100 per kilogram, menjadi Rp10.500 per kilogram. Padahal, dua bulan sebelumnya harga masih berada di kisaran Rp9.600 hingga Rp9.800 per kilogram.

Sehingga, opsi menaikkan harga jual bukanlah pilihan yang mudah. Berdasarkan komunikasi dengan para pelanggan, kenaikan harga berisiko membuat pedagang tidak mampu menjual kembali tempe kepada konsumen. Untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pasar, Hadi kini memproduksi tiga varian ukuran tempe dengan harga Rp2.000, Rp4.000, dan Rp5.000 per kemasan. Strategi ini dilakukan agar produk tetap terjangkau bagi masyarakat.

Oleh karenanya, para perajin berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga kedelai impor di pasaran. Pasalnya, tempe dan tahu merupakan salah satu bahan pangan pokok yang banyak dikonsumsi masyarakat. pn-02/dsy

Berita Terbaru

PLN UIT JBM Tanam 16.500 Bibit Mangrove di Bali, Perkuat Komitmen Pelestarian Ekosistem Pesisir

PLN UIT JBM Tanam 16.500 Bibit Mangrove di Bali, Perkuat Komitmen Pelestarian Ekosistem Pesisir

Senin, 19 Okt 2026 20:35 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:35 WIB

SurabayaPagi, Bali – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan m…

UM dan UNESA Lolos ke Final Futsal Putra Campus League Surabaya, Sektor Putri UM Menang 9-0

UM dan UNESA Lolos ke Final Futsal Putra Campus League Surabaya, Sektor Putri UM Menang 9-0

Senin, 19 Okt 2026 20:32 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:32 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memastikan tempat di final putra Campus League 2026 Futsal R…

Demi Lindungi Lingkungan dan Kesehatan Warga, Fraksi Gerindra DPRD Surabaya Dorong Perda Air Limbah Domestik

Demi Lindungi Lingkungan dan Kesehatan Warga, Fraksi Gerindra DPRD Surabaya Dorong Perda Air Limbah Domestik

Senin, 19 Okt 2026 17:23 WIB

Senin, 19 Okt 2026 17:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya secara resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sistem Pengelolaan Air L…

5 Jenderal TNI Turun ke Ponorogo, Ratusan KDKMP Diperiksa

5 Jenderal TNI Turun ke Ponorogo, Ratusan KDKMP Diperiksa

Senin, 19 Okt 2026 16:54 WIB

Senin, 19 Okt 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo-Lima jenderal TNI turun langsung mengecek kesiapan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kabupaten…

Dukung Program Ketahanan Pangan, Polres Blitar Kota Gelar Gerakan Pasar Murah

Dukung Program Ketahanan Pangan, Polres Blitar Kota Gelar Gerakan Pasar Murah

Senin, 19 Okt 2026 16:52 WIB

Senin, 19 Okt 2026 16:52 WIB

SURABAYAPAGI com. Blitar - Program Ketahanan Pangan, Polres Blitar Kota menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bertujuan untuk menstabilkan pasokan dan…

Tunas Cup Futsal Dukung Prestasi Nonakademik, Ning Ita Tekankan Peningkatan Kualitas SDM

Tunas Cup Futsal Dukung Prestasi Nonakademik, Ning Ita Tekankan Peningkatan Kualitas SDM

Senin, 19 Okt 2026 15:57 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan, prestasi olahraga merupakan bagian penting dalam pembangunan kualitas manusia. P…