Laser Semakin Menjamur di Negara Teluk (sub)

Sistem Senjata Laser China, Ada di Bandara Dubai

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news


SURABAYAPAGI .com:Pekan lalu, netizen yang jeli menemukan apa yang tampak seperti sistem laser buatan China di bandara Dubai di Uni Emirat Arab (UEA). Laser tersebut dipasang pada sebuah kendaraan dan diyakini mampu menembak drone. Sistem laser buatan China di bandara Dubai di Uni Emirat Arab (UEA).

            Sistem senjata laser anti-drone modular buatan China, yang dikenal sebagai Guangjian-21A, terlihat terpasang pada sebuah kendaraan di kawasan Bandara Internasional Dubai. Kehadiran teknologi ini menyoroti upaya agresif Uni Emirat Arab (UEA) dalam memperkuat pertahanan udara strategisnya
Keberadaan sistem laser buatan China ini pertama kali diidentifikasi oleh warganet yang jeli di fasilitas Bandara Dubai, yang kemudian memicu diskusi luas di berbagai platform seperti Instagram mengenai penguatan poros pertahanan Abu Dhabi-Beijing.

            Kemampuan Utama: Senjata laser diyakini berfungsi untuk menembak dan melumpuhkan pesawat nirawak (drone) yang kerap menjadi ancaman di wilayah Timur Tengah. Keberadaan teknologi ini menjadi andalan baru untuk melindungi infrastruktur vital di wilayah Timur Tengah.

            Di UEA juga sudah terdapat sistem laser Iron Beam yang rupanya dipinjamkan Israel. Laporan lebih lanjut menyebut UEA juga berupaya membeli senjata laser buatan Amerika. UEA pun menyepakati perjanjian dengan berbagai perusahaan Eropa dan AS untuk bersama mengembangkan persenjataan lasernya.

            Akhir 2025, sebuah perusahaan transportasi mengunggah foto peralatan militer yang mereka kirim dan tak sengaja mengungkap Oman sebagai pembeli lain senjata laser China. Selain itu, pascaserangan Israel ke ibu kotanya, Qatar menjajaki akuisisi pertahanan udara Turki yang dikenal sebagai Steel Dome, yang mencakup laser.

            Sementara itu di Arab Saudi, pihak militer menguji sistem senjata laser China. Beberapa pengamat menyebutkan Saudi membeli delapan unit Silent Hunter buatan China dan mungkin juga berencana membeli senjata laser AS.

            Perang Iran membuat senjata laser lebih dekat pada konflik di dunia nyata, Jared Keller, mantan reporter yang mengelola Laser Wars menulis bahwa selama April dan Mei, pengembangan senjata laser global mengalami percepatan dengan laju yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

            Militer AS pertama kali menembak jatuh drone dengan laser dalam pengujian tahun 1973 dan terus mengembangkan teknologi tersebut dan senjata laser kini menjadi lebih kecil dan bekerja lebih baik.
Laser adalah kelompok Senjata Energi Terarah atau Direct Energy Weapons (DEW). Terdapat laser berenergi tinggi dengan pancaran sinar untuk merusak atau membutakan target serta senjata gelombang mikro berdaya tinggi, yang menghasilkan semburan gelombang mikro untuk menyebabkan malfungsi pada target.

            Maraknya drone membuat senjata laser jadi alternatif pertahanan. "Maraknya peperangan drone memperumit perhitungan ekonomi dalam peperangan konvensional," jelas Keller. Tidaklah hemat biaya untuk menembak jatuh drone murah menggunakan rudal mahal.
Dikutip dari Deutsche Welle, produsen senjata laser mengklaim biaya setiap tembakan hanya USD 3 hingga USD 5.

Laser Semakin Menjamur di Negara Teluk
            Perang Iran telah mengubah tingkat permintaan laser. "Negara mana pun yang menghadapi ancaman mendesak dari tetangga regionalnya pasti ingin mempercepat penggunaan sistem ini," kata Keller, menjelaskan mengapa laser semakin menjamur di negara Teluk.

            Namun laser bukanlah solusi ajaib. Bagi negara-negara Timur Tengah yang membelinya, Keller berpendapat senjata ini akan memberikan manfaat maksimal bila diapdukan sistem pertahanan udara berlapis yang lebih besar.

            Ada beberapa kekurangannya. Sinar laser bergerak dalam garis lurus, hanya dapat digunakan pada jarak tertentu (Iron Beam hanya menjangkau jarak 10 kilometer pada satu waktu) dan harus ditahan pada target selama jangka waktu tertentu. Waktu diam ini bisa menjadi tantangan jika target adalah drone cepat.

Laser Buatan China
            Pancaran laser juga dapat terganggu kelembapan, hujan, kabut, salju, pasir, debu, atau air laut. Suhu Timur Tengah juga dapat merusak komponen sensitif dan membuat pengoperasiannya jadi sulit, karena lebih banyak energi untuk pendinginan. Saudi dilaporkan mengeluhkan beberapa masalah ini saat menguji laser buatan China.

            Iron Beam juga belum digunakan penuh dalam perang Iran. Sebuah versinya memang menjatuhkan drone Hizbullah tapi menurut Jerusalem Post, militer Israel menyatakan perlu setidaknya 14 baterai tambahan agar efektif. Itu sebabnya pengiriman laser Iron Beam ke UEA mungkin lebih merupakan manuver diplomatik.

            Menurut Andreas Krieg, dosen School of Security Studies di King's College London, membeli persenjataan laser dari berbagai sumber adalah cara bagi negara Teluk mendiversifikasi pertahanan.
"Ketergantungan berlebihan pada AS tak membuahkan hasil. Dalam jangka menengah hingga panjang, negara Teluk harus menemukan cara untuk meningkatkan kemandirian," cetusnya. n afp, alz, rmc

Berita Terbaru

Minibus Suporter PSS Sleman Hantam Truk di Tol Saradan, 4 Tewas

Minibus Suporter PSS Sleman Hantam Truk di Tol Saradan, 4 Tewas

Senin, 19 Okt 2026 07:30 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Kecelakaan yang melibatkan minibus rombongan suporter PSS Sleman dan truk tronton bermuatan bibit kelapa, terjadi di KM 616+200…

Bocah Difabel di Medokan Ayu Meninggal usai Dibully Dua Temannya

Bocah Difabel di Medokan Ayu Meninggal usai Dibully Dua Temannya

Senin, 19 Okt 2026 07:28 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti kasus bullying yang menimpa bocah penyandang disabilitas bernama Zulkarnain Abdil Aziz (10), saat ini Pemerintah…

DUA KALI MANGKIR, NUSRON BERDALIH DINAS KE MALAYSIA

DUA KALI MANGKIR, NUSRON BERDALIH DINAS KE MALAYSIA

Senin, 19 Okt 2026 07:25 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta — Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menjadi sorotan setelah dua kali tidak menghadiri pemeriksaan KPK sebagai saksi kasus dugaan suap p…

Kecelakaan di Tol Madiun, Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Perjalanan ke Surabaya ‎

Kecelakaan di Tol Madiun, Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Perjalanan ke Surabaya ‎

Minggu, 18 Okt 2026 20:22 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 20:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Empat suporter PSS Sleman tewas setelah minibus yang mereka tumpangi menabrak truk tronton di KM 616+200 jalur A Tol Nga…

Hadiri Jatim Creative Connect 2026, Ponorogo Siap Kolaborasi Perluas Jejaring

Hadiri Jatim Creative Connect 2026, Ponorogo Siap Kolaborasi Perluas Jejaring

Minggu, 18 Okt 2026 17:06 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 17:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar — Kabupaten Ponorogo membuka peluang kolaborasi dengan berbagai daerah di Jawa Timur untuk memperkuat jejaring kota kreatif. Upaya ini …

Soroti Penanganan Perkara BBM Bersubsidi di Sumenep, Pengacara Agus Minta Propam dan Irwasum Turun Tangan

Soroti Penanganan Perkara BBM Bersubsidi di Sumenep, Pengacara Agus Minta Propam dan Irwasum Turun Tangan

Minggu, 18 Okt 2026 16:58 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:58 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Kuasa hukum Agus, H. Muhammad Siddik meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri,…