Cegah Kebocoran Lindi, Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Truk Sampah

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Surabaya Pagi.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap armada truk pengangkut sampah yang melayani pengangkutan dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Upaya ini dilakukan untuk mencegah kebocoran air lindi yang berpotensi menimbulkan bau tidak sedap serta membuat jalan menjadi licin.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, inspeksi mendadak (sidak) terhadap armada pengangkut sampah dilakukan secara berkala. Salah satu kegiatan pengawasan tersebut dilaksanakan di kawasan Jalan Raya Tandes pada Kamis (4/6) malam.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pemberdayaan DLH Surabaya, Wasis Sutikno mengatakan, dalam sidak tersebut pihaknya menemukan sejumlah armada yang perlu mendapat perhatian, baik kendaraan milik swasta maupun DLH.

"Kita temukan angkutan swasta itu bak kontainernya bolong-bolong. Kemudian kalau compact-nya teman-teman (DLH) kita cek kelayakan waktu jalan malam, lampu-lampu sein, rem dan lain-lain. Ada satu yang lampu rem belakangnya enggak nyala, mati," kata Wasis, Senin (8/6).

Menurutnya, armada yang ditemukan mengalami kerusakan ringan langsung diberikan teguran agar segera dilakukan perbaikan tanpa menunggu jadwal perawatan rutin. "Tak tanya (sopirnya) kenapa enggak segera diganti? Katanya besok nunggu jadwal. Loh kenapa nunggu besok? Ini kan harus segera lapor, kan bisa langsung diganti," ujarnya.

Selain memeriksa kelayakan kendaraan, DLH Surabaya juga melakukan pengecekan terhadap sistem penampungan air lindi pada truk compactor. Pemeriksaan bertujuan untuk memastikan tidak terjadi kebocoran yang dapat menyebabkan cairan sampah tercecer selama proses pengangkutan menuju TPA.

"Kalau seal-nya rusak atau ada yang keropos penampungannya itu di jalan (air lindi) keluar. Nah, itu juga kita cek," imbuhnya.

Wasis mengungkapkan, setidaknya ada sekitar 10 armada milik DLH dan pihak swasta yang dilakukan pengecekan dalam sidak pada Kamis (4/6) malam. Pemeriksaan dilakukan sekitar pukul 19.00 hingga 21.00 WIB, bertepatan dengan jam operasional pengangkutan sampah menuju TPA.

"Kita cek ternyata ada (armada) yang banyak isinya (lindi). Jadi kita keluarkan sekalian, kita tap di situ lalu kita semprot. Memang banyak lindi-nya, tapi yang penting penampungannya enggak bocor," katanya.

Ia memastikan, kegiatan pengawasan serupa akan terus dilakukan secara berkala di berbagai jalur distribusi sampah di Surabaya, baik di wilayah utara maupun selatan. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan seluruh armada tetap laik jalan.

"Kita lakukan berkala. Mungkin kemarin yang jalur selatan, kapan waktu nanti kita ingin yang jalur utara. Kan ada yang lewat utara, selatan dan Jalan Tol. Paling enak di Jalan Jawar, akses mau ke TPA itu kan semuanya pasti kumpul (lewat) sana," tegasnya.

Saat ini, DLH Surabaya mengoperasikan sekitar 104 armada truk sampah yang terdiri dari compactor dan arm roll. Lebih dari 100 armada itu melayani 195 TPS yang tersebar di seluruh wilayah Surabaya. "Total armada kita ada 104, terdiri dari truk compactor sama arm roll. Sedangkan TPS kita jumlahnya 195," tuturnya.

Sebagai bagian dari upaya perbaikan sistem pengangkutan sampah, DLH Surabaya juga tengah menyusun standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan air lindi. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah pembuangan lindi di TPS sebelum armada diberangkatkan ke TPA.

Namun, penerapan mekanisme tersebut masih terkendala pada fasilitas pendukung di TPS. Saat ini sebagian besar TPS belum dilengkapi alat pembersih bertekanan tinggi (karcher) yang diperlukan untuk membilas area pembuangan lindi. "Itu yang memang lagi kita susun, SOP-nya yang baik gimana. Ini kan kita lagi pengadaan karcher," ujar Wasis.

DLH Surabaya pun menargetkan pengadaan 195 unit karcher rampung pada Juni, sesuai jumlah TPS yang tersebar di Kota Surabaya. Dengan demikian, setiap TPS nantinya akan memiliki satu unit alat pembersih untuk mendukung pengelolaan lindi yang lebih optimal. "Rencana pengadaan karcher bulan ini, jumlahnya sesuai TPS. Jadi setiap TPS nanti akan dilengkapi satu karcher," pungkasnya.Alq 

 

Berita Terbaru

Sindir Anggaran Misi Dagang ke Luar Negeri, Blegur : Lebih Baik Lewat TikTok 

Sindir Anggaran Misi Dagang ke Luar Negeri, Blegur : Lebih Baik Lewat TikTok 

Selasa, 09 Jun 2026 06:22 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 06:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Alokasi anggaran misi dagang ke luar negeri miliaran rupiah dibahas serius dalam  Rapat koordinasi Banggar dan TAPD Pemprov Jatim. …

Tampil Seksi , Kim Kardashian, Jadi Perhatian Penonton Formula 1

Tampil Seksi , Kim Kardashian, Jadi Perhatian Penonton Formula 1

Selasa, 09 Jun 2026 05:58 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 05:58 WIB

SURABAYAPAGI.COM :  Kim Kardashian terlihat mendukung langsung pembalap Formula 1, Lewis Hamilton, pada balapan F1 Monaco yang berlangsung baru-baru …

Prabowo Minta, Bereskan Berbagai Persoalan di BGN Bertahap

Prabowo Minta, Bereskan Berbagai Persoalan di BGN Bertahap

Selasa, 09 Jun 2026 05:55 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 05:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari, menegaskan salah satu mandat yang diberikan kepada pimpinan baru BGN adalah…

Mahfud MD: Dadan Terasa Ugal ugalan

Mahfud MD: Dadan Terasa Ugal ugalan

Selasa, 09 Jun 2026 05:48 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 05:48 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Mantan Menko Polhukam sekaligus pakar hukum tata negara RI, Mahfud MD menilai eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana adalah…

Istana Tegaskan tak Bekerja Atas Isu

Istana Tegaskan tak Bekerja Atas Isu

Selasa, 09 Jun 2026 05:44 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 05:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan tak ada rencana pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Prasetyo…

Prestasi PBSI Babak Belur

Prestasi PBSI Babak Belur

Selasa, 09 Jun 2026 05:40 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 05:40 WIB

SURABAYAPAGI.com : PBSI, kini terus menjadi sorotan tajam publik dan pencinta bulu tangkis akibat performa timnas yang dinilai kurang memuaskan serta evaluasi…