Atasi Masalah Gangguan Penglihatan, Pemkab Magetan Luncurkan Bulan Periksa Mata

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Suyatni Priasmoro (dua kiri) membuka kegiatan Diskusi Publik Kesehatan Mata dan Peluncuran Bulan Periksa Mata Magetan Tahun 2026. SP/Foto: Diskominfo Kab Magetan
Bupati Suyatni Priasmoro (dua kiri) membuka kegiatan Diskusi Publik Kesehatan Mata dan Peluncuran Bulan Periksa Mata Magetan Tahun 2026. SP/Foto: Diskominfo Kab Magetan

i

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Guna mencegah kasus gangguan penglihatan di kalangan masyarakat setempat, terutama anak sekolah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur (Jatim) meluncurkan Program Bulan Periksa Mata tahun 2026 dengan mendorong skrining serta sosialisasi kesehatan mata inklusif hingga ke tingkat desa dan sekolah.

Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro mengatakan jika kesehatan mata merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui penglihatan yang sehat, masyarakat dapat belajar, bekerja, beraktivitas, maupun menikmati keindahan dunia di kehidupan.

"Dengan program ini diharapkan menjadi momentum Pemkab Magetan untuk menekan angka gangguan penglihatan, terutama pada anak sekolah. Karena itu, Pemkab Magetan sangat serius menekan kasus gangguan penglihatan di masyarakat, utamanya para pelajar," ujar Wakil Bupati Kang Suyatni, Selasa (23/06/2026).

Melalui bulan kesehatan mata, Dinkes bersama mitra akan melakukan deteksi dini pemeriksaan mata dengan mendatangi sasaran, baik di sekolah maupun desa-desa. Selain itu, melalui program tersebut kasus gangguan penglihatan pada masyarakat, terlebih anak usia sekolah, dapat segera ditangani dan dicarikan solusi, sehingga gangguan mata yang bisa berdampak pada prestasi belajar dapat ditangani sedini mungkin. 

Perlu diketahui, berdasarkan skrining Dinas Kesehatan Magetan, ditemukan 200 kasus mata minus atau refraksi dari 1.000 pemeriksaan, yang mayoritas diderita oleh anak-anak usia sekolah. Acara tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kacamata kepada siswa-siswi dan penyerahan piagam penghargaan kepada kecamatan dengan inovasi kesehatan mata. Di antaranya Kecamatan Plaosan, Maospati, Magetan, Kawedanan Bendo, Ngariboyo, Sidorejo, Barat, dan Karas. mg-01/dsy

Berita Terbaru

Dampak Kekeringan Terus Meluas, 5 Desa di Ponorogo Mulai Krisis Air Bersih

Dampak Kekeringan Terus Meluas, 5 Desa di Ponorogo Mulai Krisis Air Bersih

Kamis, 17 Sep 2026 14:29 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 14:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menindaklanjuti fenomena kekeringan saat musim kemarau yang terus meluas turut melanda 5 desa yang tersebar di sejumlah kecamatan…

Antisipasi Flu Like Syndrome, Dinas Kesehatan Kota Batu Imbau Terapkan PHBS

Antisipasi Flu Like Syndrome, Dinas Kesehatan Kota Batu Imbau Terapkan PHBS

Kamis, 17 Sep 2026 14:18 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 14:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai langkah mengantisipasi Flu Like Syndrome, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mengimbau masyarakat menerapkan Pola Hidup Bersih…

Okupansi Hotel di Banyuwangi Turun 10 Persen Gegara Kawah Ijen Terbakar

Okupansi Hotel di Banyuwangi Turun 10 Persen Gegara Kawah Ijen Terbakar

Kamis, 17 Sep 2026 14:12 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 14:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Imbas kebakaran huran dan lahan (karhutla) di Gunung Ijen turut mempengaruhi sektor pariwisata Banyuwangi. Sejumlah hotel di…

Sembilan Siswa SD di Kota Kediri Diduga Keracunan MBG

Sembilan Siswa SD di Kota Kediri Diduga Keracunan MBG

Kamis, 17 Sep 2026 14:05 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 14:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sejumlah siswa sekolah dasar (SD) di Kota Kediri, diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis…

Uang Gedung Rp1 Juta dan SPP Rp100 Ribu Dipersoalkan, Deni Wicaksono Minta Dindik Bertindak

Uang Gedung Rp1 Juta dan SPP Rp100 Ribu Dipersoalkan, Deni Wicaksono Minta Dindik Bertindak

Kamis, 17 Sep 2026 13:57 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 13:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Persoalan dugaan pungutan di sekolah negeri Jawa Timur kembali mencuat. Terbaru, sejumlah wali murid SMKN 1 Mojoagung, Jombang,…

Dinkes Banyuwangi Catat 28 Pasien Cuci Darah Berusia di Bawah 30 Tahun, Ini Pemicunya

Dinkes Banyuwangi Catat 28 Pasien Cuci Darah Berusia di Bawah 30 Tahun, Ini Pemicunya

Kamis, 17 Sep 2026 13:06 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 13:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi mencatat ada sebanyak 28 pasien masih berusia di bawah 30 tahun, harus menjalani…