SurabayaPagi, Surabaya – PT Pelindo Terminal Petikemas (Pelindo TPK) meluncurkan program edukasi bertajuk Portground untuk mengenalkan dunia kepelabuhanan kepada pelajar tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.
Program ini menyasar siswa kelas 5 SD hingga kelas 8 SMP melalui pembelajaran interaktif serta kunjungan langsung ke terminal peti kemas di Surabaya.
Corporate Secretary Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan program tersebut dirancang sebagai sarana edukasi sejak dini agar generasi muda memahami peran strategis pelabuhan dalam sistem logistik nasional.
“Program ini bertujuan agar anak-anak lebih mengenal pelabuhan, memahami sistem kerja di dalamnya, sekaligus mengetahui peran Pelindo secara keseluruhan,” ujar Widyaswendra di sela kegiatan di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Senin (6/7/2026).
Pada pelaksanaan perdananya, Portground menghadirkan tiga materi utama, yaitu pengenalan bisnis kepelabuhanan, edukasi bahaya narkoba bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), serta pelatihan kesiapsiagaan bencana bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya.
Tak hanya menerima materi di dalam kelas, peserta juga diajak melihat langsung aktivitas operasional di lapangan.
Mereka berkesempatan menyaksikan proses bongkar muat peti kemas, mulai dari kapal bersandar hingga distribusi barang keluar dari pelabuhan.
“Pengalaman langsung di lapangan menjadi bagian penting agar mereka memahami alur bongkar muat secara nyata, dari kapal datang hingga barang keluar,” jelasnya.
Melalui pengalaman tersebut, Pelindo TPK berharap dapat memberikan gambaran konkret mengenai aktivitas pelabuhan sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor maritim dan logistik.
Selain itu, program ini juga menjadi sarana edukasi untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya keselamatan, termasuk mitigasi bencana dan pencegahan penyalahgunaan narkoba, khususnya selama masa libur sekolah.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini terbilang tinggi. Tercatat hampir 1.000 siswa mendaftar melalui sistem daring. Namun, pada pelaksanaan perdana, Pelindo TPK membatasi jumlah peserta menjadi 50 siswa guna menjaga efektivitas pembelajaran.
Ke depan, Pelindo TPK berencana menjadikan Portground sebagai program rutin yang digelar setiap masa libur sekolah, dengan harapan dapat memperluas jangkauan edukasi kepelabuhanan bagi generasi muda.
“Kami berharap program ini bisa terus berlanjut dan menjadi agenda reguler setiap libur sekolah,” pungkasnya.
Editor : Redaksi