SURABAYAPAGI.COM : Kini pengembang mulai mengedepankan inovasi produk dan desain hunian yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Perubahan strategi tersebut dilakukan di tengah menurunnya penjualan rumah di pasar primer. Berdasarkan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia, penjualan properti residensial pada kuartal I-2026 mengalami kontraksi sebesar 25,67 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Kondisi ini berbalik dibandingkan kuartal IV-2025 yang masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,83 persen.
Tekanan terhadap industri berasal dari berbagai faktor, mulai dari melemahnya daya beli masyarakat, khususnya segmen menengah bawah, seleksi kredit perbankan yang lebih ketat, hingga kenaikan biaya material bangunan.
Chief Marketing Officer sekaligus Architecture Director MAS Group (Mekar Agung Sejahtera), Muhammad Adhiguna Sosiawan, mengatakan kondisi eksternal tersebut tidak bisa dihindari sehingga pengembang perlu menyesuaikan strategi bisnis.
"Kondisi eksternal yang sedikit banyak mengganggu tak bisa dilawan. Gejolak dunia yang diikuti kenaikan harga minyak dan naiknya dolar tentunya membuat kondisi berbeda," ujar Adhiguna dalam keterangan tertulis, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, salah satu respons yang dilakukan adalah menghadirkan produk baru sebagai bagian dari penyegaran pasar. Hal ini juga dilakukan pada pengembangan Areum Parc di Bogor yang memasuki tahap kedua setelah sekitar 245 unit pada tahap pertama habis terjual dan sebagian besar telah memasuki proses serah terima kunci. Saat ini tingkat hunian kawasan tersebut disebut telah mencapai sekitar 70 persen.
Namun, Adhiguna menegaskan strategi yang diterapkan kini tidak lagi hanya bertumpu pada lokasi proyek.
"Saat ini kami tak lagi bicara lokasi. Areum Parc fokus pada unit rumah. Untuk itu terlahir produk yang berbeda dengan konsep modern dan sesuai dengan kebutuhan konsumen yang beragam, dari Gen Z hingga milenial," katanya.
Ia menjelaskan, tim arsitek secara berkala melakukan evaluasi terhadap produk setiap tiga bulan agar desain rumah tetap mengikuti perkembangan kebutuhan pasar yang berubah dengan cepat.
"Reaktif dan juga adaptasi produk sesuai dengan keinginan pasar yang saat ini cepat berubah harus dilakukan," ujarnya. n hy, ec
Editor : Redaksi