SURABAYAPAGI.com - Kasus pendudukan paksa sebuah rumah toko (ruko) di Surabaya menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial.
VIRAL di media sosial peristiwa yang disebut disertai aksi intimidasi, perusakan pagar, hingga adu dorong dengan pemilik ruko. Kasus tersebut kini bergulir ke ranah hukum.
Pemilik ruko telah melapor ke polisi. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta penyelesaian dilakukan melalui jalur hukum, sementara Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM) membantah melakukan aksi premanisme dan menyebut kehadiran anggotanya sebagai bentuk pendampingan hukum.
Polisi kini menangani laporan pemilik ruko, sementara Satgas Anti-Premanisme dan Mafia Tanah telah turun ke lokasi. Kantor Satgas Anti-Premanisme dan Mafia Tanah Surabaya terletak di Jalan Sedap Malam, Ketabang, Kecamatan Genteng, tepatnya di samping Gedung Inspektorat Kota Surabaya. Tersedia juga posko di lima wilayah (Utara, Barat, Selatan, Timur, dan Pusat). Call Center 112 atau nomor WhatsApp khusus pengaduan di 0817-0013-010.
Ikuti Ujian Kurator
Kasus ini bermula dari kepemilikan sebuah ruko di Jalan Krukah Utara Nomor 34, Kecamatan Wonokromo, Surabaya. Pemilik ruko, Bagus Indra, mengatakan bangunan tersebut diperolehnya secara sah melalui proses lelang bank yang digelar Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) pada April 2026.
Permasalahan mulai muncul pada awal Juli 2026 ketika sekelompok orang datang dan menjebol gembok pagar ruko.
Saat itu, Bagus sedang berada di Jakarta untuk mengikuti ujian kurator. Ia mengetahui adanya pendudukan setelah mendapat kabar dari pengurus RT setempat. Menurut Bagus, kelompok tersebut mengaku sebagai kuasa hukum. Namun, mereka tidak pernah menunjukkan surat kuasa maupun menyampaikan somasi atau pemberitahuan resmi.
Selama kurang lebih dua minggu, kelompok itu menempati ruko tanpa izin pemilik maupun pengurus lingkungan. Warga sekitar pun mengaku resah karena banyak orang yang tidak dikenal keluar masuk kawasan tersebut hingga larut malam. Video yang memperlihatkan puluhan orang diduga anggota organisasi masyarakat (ormas) mendatangi sebuah rumah toko (ruko) di Jalan Krukah Utara Nomor 34, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, viral di media sosial. Peristiwa itu disebut disertai aksi intimidasi, perusakan pagar, hingga adu dorong dengan pemilik ruko.
Kasus tersebut kini bergulir ke ranah hukum. Pemilik ruko telah melapor ke polisi.
Permintaan Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta penyelesaian dilakukan melalui jalur hukum, sementara Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM) membantah melakukan aksi premanisme dan menyebut kehadiran anggotanya sebagai bentuk pendampingan hukum.
Peristiwa terjadi pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 14.30 WIB dan terekam CCTV hingga beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat puluhan orang diduga anggota ormas mendatangi ruko dan terjadi ketegangan dengan pemilik serta warga yang berusaha menghalangi mereka masuk ke dalam bangunan.
Barang Bukti CCTV
Dugaan pendudukan paksa sebuah rumah toko (ruko) di Jalan Krukah Utara Nomor 34, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur, yang diduga dilakukan oknum organisasi masyarakat (ormas). Barang bukti tersebut mulai dari kamera pengawas (CCTV) yang rusak, rekaman CCTV terakhir, pagar ruko yang dilepas, hingga dua banner bertuliskan Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM).
Pemilik ruko, Bagus Indra, mengatakan kondisi di lokasi telah berangsur kondusif setelah Satgas Anti-Premanisme dan Mafia Tanah Surabaya bersama aparat kepolisian mendatangi lokasi pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
“Jadi, sebelum Satgas datang mereka tiba-tiba menghilang. Besoknya, Pak Eri (Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi) juga datang ke sana untuk mengecek lokasi karena ada CCTV juga yang sengaja diputus. Jadi sejak itu mereka enggak datang lagi,” kata Bagus, Minggu (26/7/2026).
Bagus juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Surabaya, Satgas Anti-Premanisme dan Mafia Tanah, serta aparat kepolisian yang dinilai bergerak cepat menangani peristiwa tersebut. “Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada wali kota, wakil wali kota Surabaya, satgas, dan aparat kepolisian yang sangat cepat tindakannya dan sekarang bisa cukup kondusif ya. Kita juga akan segera pasang CCTV kembali,” ujarnya. sbl, sb2, din
Editor : Redaksi