Perkuat Ketahanan Pangan, BUMDes Kedungsugo Budidaya Melon Hidroponik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Greenhouse budidaya tanaman melon BUMDes Kedungsugo Makmur, Desa Kedungsugo. SP/JUMAIN
Greenhouse budidaya tanaman melon BUMDes Kedungsugo Makmur, Desa Kedungsugo. SP/JUMAIN

i

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Desa Kedungsugo, Kecamatan Prambon, Sidoarjo mulai menerapkan strategi baru dalam memperkuat ketahanan pangan desa. Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungsugo, bersama Badan Usaha Unit Desa (BUMDes) Kedungsugo Makmur resmi mengembangkan budidaya melon hidroponik berbasis greenhouse, sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada pola pertanian konvensional yang rentan terhadap cuaca dan hama.

Kepala Desa (Kades) Kedungsugo, Haji Sutikno, menyampaikan bahwa program ini digerakkan oleh BUMDes yang selama ini dikenal aktif mengembangkan pertanian hortikultura. Melalui sistem hidroponik, tanaman melon dibudidayakan tanpa media tanah, melainkan menggunakan paralon, air, dan nutrisi terkontrol di dalam greenhouse tertutup.

“Pertanian harus berani beradaptasi. Sistem ini memang membutuhkan modal dan pendampingan, tetapi dampaknya jangka panjang bagi ketahanan pangan dan ekonomi warga,” ujar Kades Haji Sutikno, saat ditemui Surabaya Pagi dikantornya, Rabu (05/08/2026).

Data pengelola menunjukkan, satu unit greenhouse di Desa Kedungsugo mampu menampung ratusan batang melon. Sistem tertutup tersebut dinilai lebih aman dari serangan hama serta cuaca ekstrem, terutama saat musim hujan. Perawatan tanaman dilakukan secara intensif dengan pengaturan air dan nutrisi yang terukur.

Sementara  itu, ketua BUMDes Kedungsugo Makmur, Moh. Nasrulloh, mengungkapkan bahwa pembangunan greenhouse melon hidroponik merupakan tindak lanjut dari program ketahanan pangan pemerintah.

Sebelumnya, kelompok tani telah berpengalaman menanam melon secara hamparan menggunakan media tanah, sehingga transisi ke sistem hidroponik dinilai lebih siap secara teknis. “Perawatan lebih praktis dan risiko gagal panen lebih kecil. Tantangan utamanya justru pada kebutuhan listrik 24 jam. Karena itu kami siapkan genset sebagai langkah antisipasi,” ungkapnya.

Untuk menjaga kualitas, setiap batang hanya dipertahankan satu hingga dua buah dengan bobot rata-rata mencapai dua kilogram. Masa panen diperkirakan sekitar 65 hari setelah tanam.

Selain itu, dia menegaskan bahwa hasil usaha pertanian modern ini akan diputar kembali untuk pembangunan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ke depan, pengelola juga merancang pengembangan wisata petik melon berbasis desa sebagai sumber pendapatan baru.

“Ketahanan pangan harus dimulai dari desa dan dikelola secara bersama. Ini bukan hanya soal panen, tapi soal masa depan desa,” pungkasnya. jum

Berita Terbaru

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sebagai salah satu pelaku industri perbankan terus berusaha untuk memberikan…

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.Com, Blitar- Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun peringati Hari Sumpah Pemuda dengan gelar aksi sosialisasi keselamatan…

Kejar-kejaran 48 Jam Pasca Tabrak Lansia, Sopir Pickup Berhasil Dibekuk Satlantas Polres Blitar Kota

Kejar-kejaran 48 Jam Pasca Tabrak Lansia, Sopir Pickup Berhasil Dibekuk Satlantas Polres Blitar Kota

Jumat, 30 Okt 2026 15:45 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…