Diancam akan Dibunuh, Korban Dugaan Penganiayaan Kades Kunti Ponorogo Minta Perlindungan Polisi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum Kepala Desa Kunti, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, terus bergulir. Kali Korban berinisial Wiji Lestari alias Tari (39) memenuhi panggilan Unit PPA Sat-Reskrim Polres Ponorogo untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus ini. 

 

Tak hanya memberikan keterangan ke Penyidik Unit PPA perihal kejadian dugaan penganiayaan oleh Kades Bungkal Kartono yang terjadi pada, Jumat, 31 Juli 2026 di kawasan Gunung Pegat (jalur Kecamatan Bungkal dan Slahung) lalu, Janda dua anak ini juga meminta perlindungan Polisi lantaran sejak kasus ini dilaporkan ke pihak berwajib, ia kerap mendapat WA ancaman dari yang bersangkutan, bahkan pada tanggal 2 Anggustus kemarin, ia sempat akan dibunuh oleh terduga terlapor. 

 

“ Saya terus diburu, terus diteror. Intinya mau, dia tidak terima dan ingin membunuh saya,” ujarnya usai diperiksa Penyidik Unit PPA Sat Reskrim Polres Ponorogo, Jumat (07/08/2026). 

 

Tari mengaku, kasus ini dipicu permasalahan utang-piutang senilai Rp80 juta yang melibatkan oknum kepala desa tersebut, termasuk penggunaan sertifikat rumah milik korban sebagai jaminan pinjaman. Alih-alih bertanggung jawab atas kewajiban finansialnya, terduga pelaku justru menghindar saat ditagih.

 

Puncak ketegangan terjadi ketika korban tak sengaja menemui terlapor di jalan sebelum akhirnya diajak menuju kawasan Gunung Pegat. Di lokasi tersebut, korban tidak hanya dianiaya hingga mengalami luka-luka pada bagian tangan dan kaki serta nyaris dicekik, tetapi juga mendapat ancaman pembunuhan.

 

"Itu masalah utang piutang dan tidak mau, tidak mau bertanggung jawab, terus akhirnya terjadi penganiayaan di Gunung Pegat," akunya. 

 

Korban Tari meminta pihak Polres Ponorogo menuntaskan kasus ini dan memberikan perlindungan kepada dirinya selama kasus ini ditangani.

 

“ Intinya agar kasus ini benar-benar ditangani, saya tidak terima di aniaya. Dan saya harap juga ada perlindungan untuk saya sebagai korban,” akunya. 

 

Semantara itu, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Polres Ponorogo, AKP Yuliani, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa kasus tersebut memang benar tengah ditangani Unit PPA Sat Reskrim. 

 

"Iya, terima kasih, Mas. Memang benar, Satreskrim Polres Ponorogo telah menerima laporan terkait dengan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh salah satu kepala desa yang ada di wilayah Kabupaten Ponorogo," terang AKP Yuli.

 

Ia menegaskan bahwa saat ini proses hukum atas perkara tersebut sedang berjalan di bawah kendali penyidik Satreskrim.

 

"Saat ini masih dalam penyelidikan oleh Satreskrim Polres Ponorogo," tambahnya.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk memproses laporan ini secara profesional guna mengungkap tuntas dugaan tindak pidana penganiayaan dan ancaman kekerasan yang meresahkan warga tersebut. roh

Tag :

Berita Terbaru

Diduga Mabuk, Pengamen Asal Pasuruan Aniaya Kakek Penjual Sate Berusia 69 Tahun di Blitar

Diduga Mabuk, Pengamen Asal Pasuruan Aniaya Kakek Penjual Sate Berusia 69 Tahun di Blitar

Rabu, 07 Okt 2026 17:33 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - AK 69 penjual Sate di warungnya, berteriak kesakitan karena terkena tusukan Sajam pada leher kiri dan kepalanya, teriak an Kakek di…

Serba Serbi Manten Expo Nusantara 2026 Menyala di Lippo Plaza Sidoarjo

Serba Serbi Manten Expo Nusantara 2026 Menyala di Lippo Plaza Sidoarjo

Rabu, 07 Okt 2026 17:31 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pameran pernikahan terbesar dan terlengkap, yang dititel Serba-Serbi Manten Expo Nusantara 2026, sangat memukau dan menyita p…

Dewi Pertiwi Jatim Bergerak Lawan Stunting, Bantu Balita di Lakarsantri

Dewi Pertiwi Jatim Bergerak Lawan Stunting, Bantu Balita di Lakarsantri

Rabu, 07 Okt 2026 17:29 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Kepedulian terhadap tumbuh kembang anak terus didorong oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Dewi Pertiwi Jawa Timur. Organisasi t…

Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Lingkungan, Ketua Komisi A Dorong Pengembangan Urban Farming

Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Lingkungan, Ketua Komisi A Dorong Pengembangan Urban Farming

Rabu, 07 Okt 2026 17:26 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis lingkungan di Kota pahlawan. Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko…

Dugaan Korupsi Pengadaan Meter Air Tirta Pakuan Mencuat, Kejati Jabar Teruskan Laporan ke Polda

Dugaan Korupsi Pengadaan Meter Air Tirta Pakuan Mencuat, Kejati Jabar Teruskan Laporan ke Polda

Rabu, 07 Okt 2026 14:55 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 14:55 WIB

SURABAYA PAGI, Bandung- Dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan meter air di Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor tahun anggaran 2023 kembali mencuat. Tim…

Angka Cerai Gugat di Magetan Tinggi, Alasan Dominan Efek 'In This Economy'

Angka Cerai Gugat di Magetan Tinggi, Alasan Dominan Efek 'In This Economy'

Rabu, 07 Okt 2026 14:36 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 14:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Pengadilan Agama (PA) Magetan mencatat hingga September 2026, jumlah perkara yang diajukan perempuan untuk mengakhiri perkawinan di…