SURABAYAPAGI.com, Malang - Baru-baru ini, harga beras kualitas super (premium) di pasar tradisional Kota Malang telah menyentuh angka Rp 80 ribu per kemasan 5 kilogram. Sehingga, banyak dikeluhkan para pedagang karena terjadi secara bertahap dalam kurun waktu satu bulan terakhir, diiringi dengan pasokan distributor yang kian menipis.
Diketahui, untuk harga kulakan beras premium terus merangkak naik dari harga sebelumnya yang berkisar antara Rp 76.500 hingga Rp 77 ribu per 5 kilogram. Kenaikan ini berdampak merata pada hampir seluruh merek beras premium yang banyak diminati konsumen.
"Naiknya bertahap, sekarang harga kulakan Rp 80 ribu rata semua beras premium. Mereknya Lahap, Mentari, Bintang, dan Lombok. Harga kulak awalnya Rp 76.500 sampai Rp 77 ribu," ujar Supriyono, salah seorang pedagang beras di Pasar Bunulrejo, Kota Malang, Kamis (20/08/2026).
Lebih lanjut, menurut Supriyono, pemicu utama melonjaknya harga di tingkat pedagang adalah minimnya pasokan dari pihak distributor. Ia mengaku harus merogoh kocek lebih dalam sekaligus kesulitan untuk mendapatkan persediaan barang.
"Harga naik karena barang di distributor enggak ada, kita carinya susah," tutur Supriyono.
Kondisi kelangkaan dan tingginya harga beras di lapangan ini membuat pedagang kebingungan. Pasalnya, klaim pemerintah mengenai panen raya yang menghasilkan surplus produksi beras dinilai tidak sejalan dengan realitas yang dialami para pedagang di pasar.
"Katanya Pak Presiden panen raya surplus. Tapi berasnya enggak ada, beras ke mana? Wong panen raya kok berasnya naik malahan," celetuk Supriyono heran.
Supriyono mengaku pasokan beras SPHP sejauh ini terbilang lancar dan rutin dikirim oleh pengembang. Kendati demikian, tingkat permintaan masyarakat terhadap beras SPHP belum mampu menandingi tingginya minat warga terhadap beras jenis premium. "Kalau beras SPHP aman stoknya. Tapi permintaan tak sebanyak beras premium," pungkasnya. ml-02/dsy
Editor : Redaksi