SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Melihat fenomena kekeringan hingga krisis air bersih yang melanda wilayah Kabupaten Ngawi, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat mulai memetakan wilayah rawan kekeringan lebih detail. Yakni pemetaan hingga ke wilayah dusun untuk mengetahui kekeringan dan potensi yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih, bahkan hingga membangun sumur dalam.
Diketahui, sebanyak puluhan keluarga tidak lagi dapat mengandalkan sumur pribadi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, diantaranya di Dusun Gagan, Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin, Ngawi. Dampak kekeringan hampir selalu terjadi setiap tahun. Kondisi terparah biasanya dirasakan warga pada Agustus hingga September. Warga harus menempuh jarak hingga 20 kilometer untuk mendapatkan air ke desa tetangga.
Sehingga;, sekarang ini warga mengandalkan kiriman bantuan air bersih dari pemerintah. Satu kali kiriman biasanya bisa digunakan sampai tiga hari. "Sumur kami sudah kering sejak bulan Juli. Memasuki bulan Agustus kami mengalami kesulitan mendapatkan air bersih," kata Sucipto, warga Dusun Gagan, Senin (31/08/2026).
Sementara itu, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menyampaikan pemerintah telah menyalurkan air bersih bagi warga terdampak untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat, dan dengan adanya pemetaan ini, pemerintah dapat menentukan bentuk intervensi yang paling sesuai bagi masing-masing wilayah untuk dapat memenuhi kebutuhan air bersih.
Sementara itu, diketahui untuk wilayah yang sama sekali belum memiliki jaringan air bersih, pemerintah akan memetakan potensi sumber air yang dapat dimanfaatkan, termasuk kemungkinan pembangunan sumur dalam. Sedangkan wilayah yang telah memiliki Pamsimas tapi debit airnya turun akan diupayakan untuk ditingkatkan. ng-01/dsy
Editor : Redaksi