Philip, Pengusaha yang Tertangkap Tangan KPK, Peng

Diduga yang Bocorkan Suap Wali Kota Batu, Orang Dalam Sendiri

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Sabtu (16/9/2017) malam ini mengatakan, penangkapan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, terkait suap proyek meubel, masukan dari masyarakat. Sepanjang sore dan malam ini, pejabat setingkat SKPD di Pemkot Batu, ada yang bertemu dan mencari sumber anggota masyarakat yang melaporkan ke KPK. "Tidak mungkin pelapornya masyarakat umum. Saya yakin pelapornya orang dalam Pemkab Batu sendiri. Bahkan bisa jadi orang terdekat juga," duga pejabat di Pemkab Batu, Sabtu malam tadi pukul 19.45, pada SURABAYAPAGI.com. Ada sinyalemen yang melaporkan ke KPK, pejabat Pemkot Baru minimal setingkat SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah). Mengingat, KPK tahu proses penyerahan uang Sabtu siang tadi dan dilakukan di rumah dinas Eddy Rumpoko. "Wawali Batu, tadi tidak ikut di OTT. Dia aman," duga seorang staf Pemkot Surabaya. Dijelaskan, Pengusaha yang turut di OTT adalah pemilik Amarta Hills , Phillip. "Philip itu Pengurus REI. Dari Philip, KPK amankan kopor berisi tumpukan uang," kata sumber di Polda Jatim, yang mengenal Philip. "KPK menghargai dan mendorong peran serta masyarakat dalam pemberantasan korupsi," tambah Alex, yang dihubungi Sabtu malam tadi. Eddy, di tangkap saat sedang menegosiasikan sebuah proyek bernilai diatas Rp 10 miliar di rumah dinasnya Kota Batu. Ikut ditangkap, sopir, ajudan dan kepala rumah tangga yang juga mengurus pengadaan barang di Pemkot Batu. Diduga pengusaha ini yang melakukan penyuapan. Praktis total ada 5 orang yang tertangkap KPK, Sabtu siang tadi. Walikota Batu Eddy Rumpoko, saat dikonfirmasi Surabayapagi.com di nomor ponselnya 0811360507, hingga pukul 18:45 WIB, tidak aktif dengan muncul voice mail atau berada diluar service area. Sementara Humas KPK Febri Diansyah, baik dihubungi melalui sambungan telepon langsung dan pesan WhatsApp di nomor 081314859183, belum direspon. Namun Wakil Ketua KPK Laode M Syarif membenarkan penangkapan Walkot Batu. Diduga Eddy menerima suap terkait dengan proyek. "Betul. Pastinya terkait proyek," ujar Syarif terpisah. rmc

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru