SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pengamat sejarah asal Unesa Rojil Nugroho Bayu Aji mengungkapkan bahwa, Kota Surabaya sebagai kota dengan sejarah yang sangat panjang dan beberapa ciri khas yang melekat kuat seharusnya bisa memberikan pijakan refleksi bagi generasi millennial. Yang paling dapat digarisbawahi, adalah sikap nasionalisme dan heroism warga Surabaya ketika dengan berani mengusir para penjajah di pertempuran 10 November.
“Selain itu, ada pula budaya cangkruk yang sangat mengakar di masyarakat Surabaya. Di sepanjang lembar sejarah masyarakat Surabaya adalah masyarakat egaliter yang bisa menerimakan seluruh elemen masyarakat tanpa harus membeda-bedakan kondisi agama, politik, ekonomi, dan sosial,” kata Rojil, sapaan akrabnya.
Pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Unesa tersebut menjelaskan, semangat nasionalisme dan heroism yang dimiliki oleh pejuang-pejuang kemerdekaan di dalam lembar sejarah Surabaya seharusnya bisa menjadi pijakan untuk generasi millennial saat ini. “Semangat-semangat perjuangan yang dimiliki tokoh-tokoh seperti dr Soetomo, Bung Tomo, HOS Tjokroaminoto, dan Hasyim Asyari seharusnya bisa menjadi pijakan refleksi dalam perjuangan untuk memajukan Kota Surabaya ke arah yang lebih baik lagi melalui bidang-bidang yang ditekuni masing-masing,” tambahnya.
Rojil tidak memungkiri kondisi dimana setiap zaman akan ada pasang surut dalam hal jiwa semangat juang. Namun, ia mengamati bahwa semangat dari arek-arek Suroboyo selalu berjalan sangat dinamis. Untuk itu, ia berharap semangat dari arek-arek Suroboyo dalam hal pengembangan Kota Surabaya harus terus dijaga agar tetap hidup sebagai bagian dari warisan yang berharga dari leluhur bangsa ini. ifw
Editor : Redaksi