Demokrat Buka Lagi Pendaftaran Cagub

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Di tengah isu duet Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Bupati Banyuwangi Azwar Anas menguat, muncul kabar jika Partai Demokrat menyiapkan Dirut RSUD dr Soetomo, dr. Harsono, sebagai bakal calon wakil gubernur (Cawagub) untuk Pilgub Jatim 2018. Mantan Bupati Ngawi itu dinilai sebagai tokoh yang disegani di daerah Mataraman, yang diharapkan bisa merebut suara di Madiun dan sekitarnya. Jika dr. Harsono Cawagub, siapa Cagub yang bakal diusung Demokrat, Gus Ipul ataukah Khofifah Indar Parawansa? Sementara Gus Ipul yang diusung PKB, dikabarkan bakal mendapat rekom dari PDIP. Laporan : Ibnu F Wibowo-Riko Abdiono, Editor: Ali Mahfud Munculnya nama baru dr. Harsono di bursa Cawagub ini cukup mengejutkan. Sebab, pria yang pernah menjadi Kepala Dinas Kesehatan Jatim ini tidak pernah disebut sebagai tokoh yang akan maju sebagai Cawagub. Informasi yang diterima Surabaya Pagi dari orang dekat Gubernur Soekarwo, saat ini Partai Demokrat tengah menggadang-gadang Harsono untuk dijadikan Cawagub. Menurut sumber tersebut, nama tersebut muncul menjadi harapan karena salah satunya adalah rekam jejaknya menjadi Bupati Ngawi. “Tentunya, faktor pernah memimpin daerah sebagai birokrat ini kan juga penting. Dan Pak Harsono punya itu. Untuk itu, Partai Demokrat akan mengambil satu langkah tertentu agar bisa mengusung Pak Harsono,” kata sumber ini yang meminta namanya tak dipublikasikan. Dikonfirmasi mengenai kabar ini, Sekretaris DPD Partai Demokrat Renville Antonio tidak membantah, juga tidak mengiyakan. Ia hanya mengatakan partai berlogo mercy tersebut secara resmi telah memperpanjang masa pendaftaran Bacagub-Bacawagub untuk Partai Demokrat. “Siapapun bisa mendaftar, asalkan batas waktunya tanggal 30 September nanti. Tak hanya berlaku untuk Pilgub saja, melainkan juga untuk Pilkada serentak 2018,” jelas Renville. Selama masa perpanjangan pendaftaran ini, lanjutnya, dilakukan atas dasar perintah dari DPP Partai Demokrat. Dengan masa perpanjangan ini, secara otomatis tokoh baru yang belum mendaftar, seperti dr Harsono bisa secara resmi meramaikan bursa Pilgub Jatim 2018. “Suratnya perintah tersebut diterima tanggal 20 September kemarin,” ujar pria yang juga anggota DPRD Jatim ini. Dipimpin SBY Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Jatim menegaskan pihaknya belum menentukan siapa Cagub dan Cawagub yang akan diusung pada Pilgub Jatim 2018. Menurutnya, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan memimpin rapat membahas rekomendasi pasangan Cagub dan Cawagub pada Oktober 2017. "Rapatnya diikuti oleh anggota majelis tinggi di Jakarta pada 10 Oktober," ujar Pada rapat majelis tinggi nantinya dibahas tuntas pasangan yang akan diusung, termasuk ada atau tidaknya nama baru sebagai kandidat. Nama baru tersebut adalah tokoh-tokoh yang belum mendaftar di masa penjaringan calon di daerah beberapa waktu lalu atau langsung berkoordinasi dengan DPP. Sedangkan, nama-nama yang sudah mendaftar di Demokrat Jatim adalah Saifullah Yusuf, Nurhayati Ali Assegaf, La Nyalla Mattalitti, Nurwiyatno dan Kombes Pol Syafi'in. Sementara itu, terkait pengumuman resmi pasangan calon, politikus yang juga Gubernur Jatim tersebut memastikan dilakukan pada tahun ini karena pada Januari sudah dibuka pendaftaran di tingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU). Soekarwo mengatakan, saat ini DPP juga masih terus melakukan survei internal. "Kami berharap nanti paling lambat 10 November calon yang diusung Demokrat sudah klir dan diumumkan," tandas dia. Figur Mataraman Pengamat politik senior asal Unair Suko Widodo memandang sosok Harsono sebagai tokoh yang disegani di kawasan Mataraman. Sehingga, apabila ia diusung dalam Pilgub Jatim nanti, Partai Demokrat tidak akan mendapatkan halangan berarti untuk meraup massa di kawasan tersebut. “Ditambah lagi, pengalaman beliau sebagai birokrat juga akan turut menjadi nilai jual tersendiri. Tentunya saya rasa, Beliau patut untuk dipertimbangkan di luar nama-nama yang sudah beredar,” ujar Sukowi, sapaan akrabnya. Disinggung terkait Mataraman yang identik dengan PDI Perjuangan, Suko mengatakan bahwa hasil Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 lalu tidak akan bisa dijadikan patokan untuk peta wilayah politik saat ini. Hal tersebut dikarenakan kondisi politik yang semakin dinamis. “Masyarakat itu tidak lagi melihat partai ataupun melihat siapa figur di balik partai. Tetapi, sosok yang maju. Melihat figur. Jadi, belum tentu PDIP pada Pilgub bisa meraup massa di Mataraman pada Pilgub nanti. Perlu strategi terkait sosok yang diajukan juga,” papar Suko. Khofifah Didoakan Menang Meski Khofifah Indar Parawansa belum menyatakan kepastian untuk maju di Pilgub Jatim 2018, namun dukungan terus mengalir. Kali ini dukungan keluar dari pencetus Hari Santri Nasional, KH Thoriq bin Zain bin Darwis secara terbuka ke masyarakat. Gus Thoriq—sapaan akrab KH Thoriq bin Zain—menilai Khofifah mampu menyejahterakan masyarakat sekaligus menciptakan kedamaian di Jatim. Khofifah juga dinilai dapat membuat Jatim lebih maju dari sebelumnya. “Saya akan mendukung Bu Khofifah di 2018. Karena yang datang duluan ke sini Bu Khofifah. Ya secara estetika politik, tetap yang duluan datang yang saya dukung,” ujar Gus Thoriq pada wartawan, Jumat (22/9/2017). Pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Desa Banjarrejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang ini, menilai dirinya memilih Khofifah juga lantaran diyakini akan membawa kedamaian serta mampu menyejahterakan masyarakat di Jatim. "Sehingga Bu Khofifah diminta untuk menanam pohon zaitun di halaman pondok pesantren. Ini sebagai simbol perdamaian di Jatim," ucap Gus Thoriq. Ia menambahkan, pihaknya yakin Khofifah bisa memenangkan Pilgub 2018. Sebab saat ini kondisinya sudah berbeda karena banyak warga yang mendorong dan mendukung Khofifah. "Insya Allah kali ini Bu Khofifah akan menang karena banyak masyarakat yang mendukung," tukas pencetus Hari Santri Nasional tersebut. Meskipun banyak kalangan yang mendukung dan mendorong, hingga sekarang Khofifah belum deklarasi akan maju dalam Pilgub Jatim. Saat ini Khofifah sedang menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak, termasuk para politikus dan ulama. Jika nanti persepsinya sama, baru Khofifah akan melapor pada Presiden Jokowi bahwa dirinya siap maju dalam Pilgub Jatim demi kepentingan rakyat.n

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru