BUMDes Dilatih e-commerce

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Sebanyak 60 pelaku usaha kecil yang tergabung dalam BUMDes diberi pelatihan mengenai packaging (pengemasan) dan e-coomerce (penjualan online). Tujuannya untuk mengantisipasi maraknya bisnis online akhir-akhir ini. Sebagai penyelenggara, Pemkab Gresik menggandeng sebuah bank BUMN untuk memberi materi diklat. Saat membuka acara, Bupati Sambari Halim Radianto menilai kegiatan pelatihan itu sangat tepat karena produk usaha kecil di Gresik sangat unggul baik dari segi rasa maupun bentuknya. Namun, akibat kemasan yang kurang menarik membuat produk tersebut tidak bisa dibanggakan sebagai oleh-oleh khas dari Gresik. “Saya sangat mendukung, tapi saya berpesan selain melatih penjualan online pelatihan ini harus memberikan pemahaman tentang payung hukum pada merk dan kemasan. Memberikan materi tentang pencantuman tanggal kadaluwarsa yang tidak bisa dihapus. Melatih cara mengemas agar produk tembus pandang dan terlihat menarik,” ujar Sambari yang juga mantan pengusaha (27/9/2017). Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Tursilowanto Hariogi, di Kabupaten Gresik ada 238 BUMDes dari 330 desa. “BUMDes yang mempunyai produk ada 60 buah membawahi ratusan pengusaha kecil yang ada di desa masing-masing. Sesuai penilaian, ada 55 BUMDes yang siap dikembangkan untuk peningkatan," ucapnya. Terkait kemajuan BUMDes di Gresik, Pimpinan BNI Kantor Cabang Gresik Bayu Kurnoto mengatakan, pihaknya siap menjadi pendamping. Pendampingan dilakukan mulai dari belum punya produk sampai pada pemasaran. Hal itu dilakukan sesuai nota kesepahaman antara BNI dengan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi. did

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:28 WIB
Senin, 09 Mar 2026 20:36 WIB
Berita Terbaru