Berebut Mahasiswa Baru, PTN Jadi Lembaga Pelatihan Kerja

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco ancang ancang hentikan prodi yang kurang peminat. Badri Munir, berharap kampus-kampus nantinya rela jika prodinya harus ditutup. Ia juga meminta dukungan dari konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK).
                "Jadi ini menurut kami di kementerian perlu kebijakan bersama. Kami berharap juga support teman-teman dari PTPK, tentunya bapak rektor yang ada di sini semuanya, (supaya) ada kerelaan," ujar Badri di Simposium Nasional Kependudukan 2026, dikutip dari siaran ulang YouTube Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, kemarin.
                Terpisah, pemerhati dan praktisi pendidikan dari Vox Populi Institute Indonesia, Indra Charismiadji memberikan tanggapan atas rencana kebijakan ini. Menurutnya, ada risiko besar yang dapat ditimbulkan. Indra menyebut menyebut penyelarasan antara kampus dan dunia kerja merupakan sebuah keniscayaan. Seperti ditunjukan oleh data dari McKinsey Global Institute dan World Economic Forum, disrupsi pekerjaan tengah terjadi.
                Di sisi lain, Indra mempertanyakan dasar pemerintah mengambil kebijakan tersebut. Ia melihat belum ada kriteria yang jelas dalam penutupan prodi.
                "Pertanyaannya, apakah ada kajian akademis yang transparan untuk menentukan prodi mana yang layak ditutup?" kata Indra dalam keterangan resminya, dikutip pada Senin (27/4/2026).
Jika tak ada dasar yang jelas, Indra khawatir jika kebijakan hanya ditentukan oleh selera birokrasi sesaat.

Persaingan Tak Sehat
            Selain itu, Indra juga khawatir akan adanya persaingan tak sehat antarkampus. Khususnya dalam memperebutkan mahasiswa baru. Indra kemudian menanyakan soal Peta Jalan Talenta 2045. Menurutnya, peta tersebut seharusnya menjadi kompas.
            "Bagaimana mungkin pemerintah menutup pintu-pintu ilmu tanpa tahu rumah industri apa yang ingin dibangun 20 tahun ke depan?" ucap Indra.
            Ia menyoroti perlunya kolaborasi lintas sektoral untuk menentukan industri apa yang harus dikembangkan sesuai kebutuhan. Ia melihat penutupan prodi ini bagaikan rencana menebang pohon tanpa rencana penanaman kembali.
            Indra kemudian menyoroti keputusan yang dibuat pemerintah dalam membedakan antara sisi supply dan demand. Menurutnya bidang Biologi Maritim adalah ilmu yang harus jadi mahkota di Indonesia.
            "Bisa saja kampus membuka prodi ini, tapi lulusannya mau bekerja di mana jika ekosistem penyerapannya tidak disiapkan negara?" katanya.
            Indra melihat banyaknya prodi yang tidak relevan adalah akibat dari tidak adanya visi industri pemerintah. Prodinya ditutup karena lulusan tak terserap, tetapi industrinya sendiri tak dibangun.

Kampus bak Pabrik Buruh
            Indra turut menyoroti soal pergeseran peran perguruan tinggi yang menurutnya kini dipaksa jadi lembaga pelatihan kerja. Padahal, perguruan tinggi adalah tempat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
            "Kemendiktisaintek harus berhenti memandang kampus sebagai pabrik buruh," tegas Indra.
Ia meminta pemerintah fokus pada reformasi kurikulum yang berorientasi Society 5.0 atau era masyarakat cerdas. Dalam pendekatan ini, teknologi adalah pekerja dan manusia adalah inovator. n ec, rmc

 

Berita Terbaru

Baksos Warnai Rangkaian HUT ke-81 TNI di Lamongan

Baksos Warnai Rangkaian HUT ke-81 TNI di Lamongan

Minggu, 20 Sep 2026 17:54 WIB

Minggu, 20 Sep 2026 17:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Masih dalam Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kabupaten Lamongan, sejumlah…

Empat Wakil Indonesia Berebut Gelar FFWS SEA 2026 Fall di Surabaya

Empat Wakil Indonesia Berebut Gelar FFWS SEA 2026 Fall di Surabaya

Minggu, 20 Sep 2026 17:48 WIB

Minggu, 20 Sep 2026 17:48 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Sebanyak 12 tim dari Indonesia, Thailand, dan Vietnam bertarung dalam Grand Finals Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2…

Ranting NU Sugihan Bedah Rumah, Wujud Nyata Membersamai Warga

Ranting NU Sugihan Bedah Rumah, Wujud Nyata Membersamai Warga

Minggu, 20 Sep 2026 17:24 WIB

Minggu, 20 Sep 2026 17:24 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Kepedulian terhadap warga yang membutuhkan kembali ditunjukkan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Sugihan, Kecamatan S…

Janji Dana BKK Desa Sentul Bakal Turun Perbaiki TPS Sampah

Janji Dana BKK Desa Sentul Bakal Turun Perbaiki TPS Sampah

Minggu, 20 Sep 2026 16:51 WIB

Minggu, 20 Sep 2026 16:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Janji Pemkab Sidoarjo untuk memberikan dana Bantuan Khusus Keuangan (BKK) Desa Sentul, Kecamatan Tanggulangin, masuk tahap r…

Harga Daging Sapi di Situbondo Meroket Tembus Rp160 Ribu per Kilogram

Harga Daging Sapi di Situbondo Meroket Tembus Rp160 Ribu per Kilogram

Minggu, 20 Sep 2026 15:24 WIB

Minggu, 20 Sep 2026 15:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Harga daging sapi yang biasanya berada di kisaran Rp120.000 per kilogram, kini di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menyentuh…

Lanjutkan Proyek JLS Ruas Munjungan-Prigi, Pemkab Trenggalek Mulai Bebaskan Lahan

Lanjutkan Proyek JLS Ruas Munjungan-Prigi, Pemkab Trenggalek Mulai Bebaskan Lahan

Minggu, 20 Sep 2026 15:20 WIB

Minggu, 20 Sep 2026 15:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Menindaklanjuti progres proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) ruas Munjungan-Prigi yang kini terus dikebut, Pemerintah Kabupaten…