Musim Panen Raya Pertama, Ratusan Hektare Sawah di Jombang Alami Puso

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kondisi lahan persawahan di Kecamatan Kesamben Jombang yang terdampak luapan afvoer Watudakon. SP/ JBG
Kondisi lahan persawahan di Kecamatan Kesamben Jombang yang terdampak luapan afvoer Watudakon. SP/ JBG

i

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Memasuki panen raya tahap pertama, justru membuat para petani di Jombang, Jawa Timur meringis. Pasalnya, sebanyak ratusan hektare lahan persawahan wilayah tersebut dilaporkan mengalami gagal panen atau puso di area pertanian Kecamatan Kesamben terendam banjir. Sebagian besar tanaman yang rusak merupakan padi dengan usia tanam antara 25 hingga 55 hari.

Dinas Pertanian (Disperta) Jombang mencatat total lahan terdampak banjir mencapai 421 hektare, dengan sekitar 225 hektare di antaranya dipastikan tidak dapat dipanen. Sedangkan untuk kerusakan tanaman dipicu genangan air yang berlangsung cukup lama akibat luapan afvoer Watudakon pada awal April lalu.

“Dari luasan yang terdampak, sekitar 225 hektare sudah masuk kategori puso. Saat ini kami masih melanjutkan pendataan sekaligus menyiapkan langkah penanganan lanjutan. Sedangkan genangan terjadi lebih dari sepekan, sehingga tanaman tidak mampu bertahan dan akhirnya rusak,” ujar Kepala Disperta Jombang, M. Rony, Senin (27/04/2026).

Melihat fenomena tersebut, sebagai langkah penanganan, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah upaya pemulihan bagi petani terdampak, mulai dari bantuan benih hingga pendampingan percepatan tanam ulang. “Pendataan masih berjalan. Nantinya bantuan benih akan diusulkan melalui perubahan anggaran untuk mendukung musim tanam berikutnya,” jelasnya.

DIketahui, berdasarkan data, Desa Kedungbetik menjadi wilayah dengan dampak terluas, yakni 180 hektare lahan terdampak dengan sekitar 80 hektare puso. Untuk Desa Watudakon mencatat 110 hektare terdampak dengan 70 hektare puso, sementara Desa Carangrejo mengalami dampak pada 60 hektare lahan dengan sekitar 25 hektare puso. Adapun desa lainnya mengalami dampak bervariasi antara 5 hingga 30 hektare.

Sementara itu, Kepala Desa Carangrejo, Supriji, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut genangan air menyebabkan tanaman padi yang baru ditanam tidak dapat diselamatkan. Banjir merendam sejumlah titik persawahan di beberapa dusun selama kurang lebih 10 hari. Pihaknya berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi setiap musim penghujan tiba. jb-01/dsy

Berita Terbaru

Demi Lindungi Lingkungan dan Kesehatan Warga, Fraksi Gerindra DPRD Surabaya Dorong Perda Air Limbah Domestik

Demi Lindungi Lingkungan dan Kesehatan Warga, Fraksi Gerindra DPRD Surabaya Dorong Perda Air Limbah Domestik

Senin, 19 Okt 2026 17:23 WIB

Senin, 19 Okt 2026 17:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya secara resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sistem Pengelolaan Air L…

5 Jenderal TNI Turun ke Ponorogo, Ratusan KDKMP Diperiksa

5 Jenderal TNI Turun ke Ponorogo, Ratusan KDKMP Diperiksa

Senin, 19 Okt 2026 16:54 WIB

Senin, 19 Okt 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo-Lima jenderal TNI turun langsung mengecek kesiapan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kabupaten…

Dukung Program Ketahanan Pangan, Polres Blitar Kota Gelar Gerakan Pasar Murah

Dukung Program Ketahanan Pangan, Polres Blitar Kota Gelar Gerakan Pasar Murah

Senin, 19 Okt 2026 16:52 WIB

Senin, 19 Okt 2026 16:52 WIB

SURABAYAPAGI com. Blitar - Program Ketahanan Pangan, Polres Blitar Kota menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bertujuan untuk menstabilkan pasokan dan…

Tunas Cup Futsal Dukung Prestasi Nonakademik, Ning Ita Tekankan Peningkatan Kualitas SDM

Tunas Cup Futsal Dukung Prestasi Nonakademik, Ning Ita Tekankan Peningkatan Kualitas SDM

Senin, 19 Okt 2026 15:57 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan, prestasi olahraga merupakan bagian penting dalam pembangunan kualitas manusia. P…

Wali Kota Mojokerto Sampaikan Nota Keuangan APBD 2027 dan Pendapat Akhir atas 13 Raperda

Wali Kota Mojokerto Sampaikan Nota Keuangan APBD 2027 dan Pendapat Akhir atas 13 Raperda

Senin, 19 Okt 2026 15:35 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Mojokerto dengan dua agenda, yakni…

Outing Class, Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Optimalkan Destinasi Lokal

Outing Class, Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Optimalkan Destinasi Lokal

Senin, 19 Okt 2026 15:30 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna memberikan pengalaman belajar di luar kelas (Outing Class) sekaligus mengenalkan potensi lokal kepada para siswa, Pemerintah…