Senator Nawardi Pantau Penyebab Kebakaran Suramadu

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kebakaran kabel listrik di jembatan Suramadu menarik perhatian anggota DPD RI Dapil Jatim Ahmad Nawardi. Politisi asal Sampang Madura itu langsung turun ke lokasi untuk mengetahui, fakta yang terjadi. Nawardi, memulai penelusurannya dengan mendatangi kantor Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS). Disana ia mendapatkan sejumlah informasi terkait kebakaran pada approach bridge sisi gresik di Jembatan Suramadu. Kebakaran itu setidaknya telah merusakkan sejumlah fasilitas penting, yakni kabel transmisi SKTT 150 KV milik PT PLN sepanjang kurang lebih 150 0 200 m, kemudian kabel grounding milik PT PLN sepanjang 150 - 200 m. Juga kabel FO PLN 24 core milik PT PLN sepanjang kurang lebih 150 - 200 m, lalu pipa air bersih TNI AL sepanjang 150 - 200 m, kabel FO milik PT Telkom, PT Indosat dan PT XL Axiata kurang lebih 200 - 250 meter. Herman Hidayat Kepala BPWS mengatakan, BPWS tidak mempunyai peran dalam kebakaran kemarin, sebab pengelolaan jembatan Suramadu ada di Kementerian PUPR. Namun demikian BPWS dalam rapat pasca kebakaran mengusulkan sejumlah hal, di antaranya untuk melakukan investigasi. "Saya minta agar ada tim labfor Polri cabang Jawa Timur untuk melakukan investigasi. Ini sebagai jawaban agar saat ditanya penyebab kebakaran kita mengetahui secara pasti. ini bukan sabotase atau lainnya," jelasnya. Dilokasi, Nawardi yang juga mantan wartawan Tempo itu melihat secara pasti sejumlah fasilitas yang terbakar. Terlihat kabel PLN sejauh 150 - 200 meter terkelupas dari wadahnya. "Kabel PLN ini dibungkus tiga lapisan, yang terakhir berupa bahan timah itu tapi bisa melepuh," katanya. Apakah kabel PLN yang menjadi penyebab kebakaran, dalam rapat disebut bahwa PT PLN nantinya bertanggung jawab atas kerusakan sejumlah fasilitas disana. Namun untuk memastikan penyebabnya masih menunggu hasil labfor yang diperkirakan akan selesai dalam waktu dekat ini. Sementara itu, terkait kebakaran tersebut kata Nawardi pemadaman listrik bergilir selama 14 hari kedepan akan terjadi di wilayah Madura, Jawa Timur. “Kebakaran yang diakibatkan aliran listrik bukan hanya terjadi sekarang. Sejak dulu sudah sering. Harusnya ini menjadi catatan dan koreksi bagi PLN, agar setiap pemasangan kabel listrik memperhatikan ketentuan dalam SOP. Supaya masyarakat tidak dirugikan,” sambungnya. Akibat pemadaman ini roda perekonomian masyarakat terganggu. Bahkan para pelaku industri rumahan dan UMKM bisa merugi sampai miliaran rupiah, termasuk sejumlah sarana pendidikan seperti pondok pesantren. arf

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:28 WIB
Senin, 09 Mar 2026 20:36 WIB
Berita Terbaru