Pertumbuhan Ekonomi Kota Mojokerto Kuartal Pertama 2026 Melejit, Jauh Melampaui Provinsi dan Nasional

author Dwi Agus Susanti

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Walikota Mojokerto Ning Ita saat memimpin rapat staf di balai kota Mojokerto. SP/ DWI
Walikota Mojokerto Ning Ita saat memimpin rapat staf di balai kota Mojokerto. SP/ DWI

i

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto terus bergerak di jalur positif sebesar 6.05 persen di kuartal pertama tahun 2026.

Capaian tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi JawaTimur sebesar 5,95 persen maupun nasional sebesar 5,61 persen.

’’Ini luar biasa dan menandakan bahwa arah kebijakan pembangunan yang kita jalankan berada pada jalur yang tepat,’’ ungkap Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari disela memimpin rapat staf di Balai Kota Mojokerto, Senin (08/06/2026).

Menurutnya, pencapaian itu tentu bukan hasil kerja satu pihak, melainkan buah dari kolaborasi seluruh elemen masyarakat dan dunia usaha.

Termasuk kerja keras jajaran pemerintah daerah (pemda) dalam menjaga stabilitas ekonomi, mendorong investasi, menguatkan UMKM, dan memastikan belanja daerah benar-benar berdampak bagi masyarakat.

’’Ke depan, kita akan menjaga momentum pertumbuhan ini agar selaras dengan sasaran RPJMD, yaitu terwujudnya Kota Mojokerto Maju, Berdaya Saing, Berkarakter, Sejahtera dan Berkelanjutan," cetusnya.

Tak kalah penting, Ning Ita menegaskan, pertumbuhan ekonomi ini juga harus terus dipastikan tidak hanya tinggi secara statistik, tetapi juga merata dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat. 

Di tengah pemangkasan transfer pusat ke daerah (TKD) akan menjadi pelecut pemkot untuk lebih inovatif. Pihaknya pun berkomitmen menciptakan iklim investasi yang ramah, cepat, dan bekepastian di bumi Majapahit. 

’’Kita berupaya menghadirkan perizinan yang mudah dan berkepastian. Dengan iklim investasi yang baik insya Allah pertumbuhan ekonomi juga akan baik,’’ tandas Ning Ita.

Di sisi lain, melalui berbagai terobosan, kepercayaan investor terhadap Kota Mojokerto terus menunjukkan tren positif.

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, nilai realisasi investasi di Kota Onde-onde meningkat lebih dari dua kali lipat, dari sekitar Rp154 miliar pada 2022 menjadi Rp 368,7 miliar pada 2025.

“Upaya-upaya peningkatan PAD juga akan kita maksimalkan. Artinya, kita akan berupaya keras untuk menjaga perekonomian menjadi stabil,’’ urainya. 

Seabrek potensi yang belakangan menguap membuat pemda mulai terbangun menuju kemandirian fiskal daerah. Salah satu yang tengah digencarkan dengan melakukaan penertiban pendirian tiang dan jaringan kabel fiber optic (FO) ilegal. Hemat Ning Ita, potensi kebocoran PAD menembus puluhan miliar per tahun.

Petinggi Pemkoy ini menambahkan, sektor pariwisata juga menunjukkan tren positif, mulai dari peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tingkat hunian hotel, hingga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau kita kelola dengan baik, data menunjukkan progres yang positif. Kunjungan wisatawan meningkat, tingkat hunian hotel bertambah, dan PAD dari sektor pariwisata juga terus naik,” katanya.

Ke depan, Pemkot Mojokerto juga menggelar One OPD One Event yang diharapkan mampu menarik lebih banyak investor sekaligus meningkatkan aktivitas pariwisata di daerah.

Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap sektor pariwisata dapat menjadi pengungkit utama pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto secara berkelanjutan. dwi

Berita Terbaru

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp154,79 miliar di tengah kebijakan efisiensi anggaran …

Sidang Kasus Maidi: Sekda Soeko Akui Minta Rp.50 Juta ke Thariq Megah 

Sidang Kasus Maidi: Sekda Soeko Akui Minta Rp.50 Juta ke Thariq Megah 

Jumat, 10 Jul 2026 19:11 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:11 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto mengakui pernah meminta uang sebesar Rp50 juta kepada mantan Kepala Dinas …

APROKI Ungkap Tantangan Sektor Konstruksi Jatim Serap hingga 210 Ribu Pekerja

APROKI Ungkap Tantangan Sektor Konstruksi Jatim Serap hingga 210 Ribu Pekerja

Jumat, 10 Jul 2026 18:47 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Industri konstruksi di Jawa Timur tak hanya menjadi penggerak pembangunan infrastruktur, tetapi juga berperan besar dalam menciptakan…

APCI Tolak Kemasan Rokok Seragam, Sebut Ancam Nasib 1,5 Juta Petani Cengkeh

APCI Tolak Kemasan Rokok Seragam, Sebut Ancam Nasib 1,5 Juta Petani Cengkeh

Jumat, 10 Jul 2026 18:44 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:44 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Rencana pemerintah menerapkan kebijakan penyeragaman kemasan rokok kembali menuai penolakan. Kali ini, keberatan datang dari Asosiasi…

Reputasi Digital Tak Boleh Jadi Alasan Menghapus Karya Jurnalistik

Reputasi Digital Tak Boleh Jadi Alasan Menghapus Karya Jurnalistik

Jumat, 10 Jul 2026 18:42 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Upaya menjaga reputasi digital semakin marak dilakukan di tengah mudahnya informasi ditemukan melalui mesin pencari. Namun, permintaan …

Direktur PT Uler Raya Indonesia Disebut Kumpulkan Fee Proyek dalam Sidang Tipikor Maidi

Direktur PT Uler Raya Indonesia Disebut Kumpulkan Fee Proyek dalam Sidang Tipikor Maidi

Jumat, 10 Jul 2026 18:33 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:33 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Nama Direktur PT Uler Raya Indonesia, Moch Rofieq Noerhidayat, turut disebut dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi yang men…