SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jatim memberikan perhatian khusus pada lima daerah miskin yaitu Sampang, Bangkalan, Sumenep, Probolinggo, dan Pamekasan. Berdasarkan analisis data, terdapat korelasi antara tingginya Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) dan angka usia subur yang menganggur.
“Kami akan tindaklanjuti sebagaimana yang diinginkan Pak Gubernur untuk memperhatikan program kependudukan dan kesejahteraan keluarga di lima daerah itu. Saya perlu lihat datanya terlebih dahulu,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Yenrizal Makmur, kemarin.
Ia menjelaskan, sejumlah program pengendalian dan pengembangan kependudukan akan diprioritaskan di daerah-daerah miskin. Salah satunya dengan pendekatan dan pemberian bantuan ekonomi produktif.
Sebelumnya, Pakde Karwo mengusulkan untuk memberi bantuan usaha ekonomi produktif dalam program KB di daerah-daerah miskin. Ia menilai pasangan usia subur yang aktif bekerja dapat menekan LPP. “Upaya itu (bantuan modal, red) lebih penting daripada diberikan bantuan alat kontrasepsi. Bagi pasangan usia subur yang aktif bekerja, mereka akan membuat perencanaan dan kontrol kelahiran sendiri atau built in control,” jelas Pakde Karwo.
Pakde Karwo menuturkan pemberian bantuan ekonomi produktif nantinya bisa dikolaborasikan dengan program Taman Posyandu. Melalui Taman Posyandu selain untuk pengawasan kesehatan anak, orang tua juga dididik tentang pola asuh yang benar. Pola pemberian bantuan ini harus bisa menjadi alat rekayasa keluarga berencana. arf
Editor : Redaksi