SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Warga di kawasan Desa Gempol Gisik, berdekatan dengan Kali Mati, Desa Kedungcangkring, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, digegerkan peristiwa kebakaran hebat yang melanda sebuah gudang yang berisi tumpukan plastik bekas di daerah setempat, hingga membuat asap hitam pekat membumbung tinggi dan terlihat dari kejauhan.
Melihat api dan awan hitam yang membumbung tinggi, para warga sekitar sempat berkerumun menyaksikan proses pemadaman yang dilakukan petugas. Sayangnya api yang menjadi pangkal asap hitam itu sudah kadung membesar. Ditambah akses menuju lokasi kebakaran cukup sulit. Meski demikian, warga tetap berupaya mendekat untuk mengetahui kondisi gudang yang terbakar.
"Sekitar pukul 11.25 WIB api sudah terlihat besar. Asap hitamnya tinggi sekali sampai kelihatan dari jauh. Banyak warga yang kemudian datang mendekat untuk melihat kejadian. Selain itu, kondisinya memang agak masuk ke dalam, aksesnya tidak mudah. Tapi karena asapnya besar, warga penasaran dan datang melihat,," kata Hasan (32), warga Desa Kedungcangkring, Senin (08/06/2026).
Komandan Regu Pos Damkar Porong, Roy membenarkan adanya kebakaran gudang plastik bekas di Jabon. Pihaknya mengerahkan sebanyak tiga unit mobil pemadam dikerahkan, terdiri dari dua unit dari Pos Porong dan satu unit dari Pos Candi. Namun, menurutnya, material plastik yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan gudang.
"Objek yang terbakar merupakan gudang berisi tumpukan plastik bekas. Karena bahan yang terbakar mudah menyala, api cepat membesar saat petugas tiba di lokasi," ujar Roy.
Roy menjelaskan proses pemadaman sempat terkendala akses menuju titik kebakaran yang cukup sulit dijangkau kendaraan pemadam. Untungnya, setelah berjibaku melakukan pemadaman, petugas akhirnya berhasil melokalisir kobaran api sehingga tidak merembet ke area lain di sekitar lokasi. Meski demikian, belum diketahui penyebab pasti kebakaran maupun nilai kerugian akibat peristiwa tersebut. Petugas masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut.
"Alhamdulillah api berhasil kami lokalisir. Saat ini sudah dalam tahap pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala," jelas Roy. sd-01/dsy
Editor : Redaksi