SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Tim Anti Bandit Unit Reskrim Polsek Bubutan berhasil meringkus seorang penjahat yang bisa disebut kelas kakap. Bayangkan saja, penjahat spesialis bobol rumah ini sudah lima kali keluar masuk penjara. Penjahat itu bernama Djamaludin alias Udin, pria 20 tahun warga Jalan Dupak Timur Surabaya. Dia ditangkap setelah beraksi ke 12 kali, setelah keluar penjara.
Kapolsek Bubutan Kompol Dies Ferra Ningtias mengatakan, Udin merupakan residivis dalam kasus yang sama, yaitu pencurian dengan pemberatan (curat). Dari catatan pihaknya, Udin sudah ketiga kalinya ditangkap Unit Reskrim Polsek Bubutan. Selebihnya, sekali di Polsek Sawahan dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
"Nah, saat kita tangkap sekarang ini, dia mengaku sudah beraksi di 12 TKP. Tiga diantaranya di Jalan Margorukun, daerah Kembang Kuning Gang 2 dan wilayah Krembangan Surabaya," beber Kompol Dies Ferra, Kamis (5/10/2017).
Dari catatan TKP tersebut terungkap, bahwa Udin tidak hanya beraksi di wilayah hukum Polsek Bubutan saja, melainkan juga beraksi di wilayah lain. "Tersangka (Udin, red) kami amankan beserta sejumlah barang bukti. Antara lain beberapa unit bor listrik, laptop, HP dan barang berharga lainnya," tambah Kompol Ferra.
Untuk modusnya sendiri, Udin berkeliling menggunakan motor mencari sasaran. Ketika sudah bertemu rumah sasaran, dia kemudian memantaunya beberapa waktu. Ketika hafal kapan rumah tersebut ditinggal pergi pemiliknya, Udin kemudian mulai beraksi. Dia masuk ke rumah korban dengan cara mencongkel atau merusak kunci pintu maupun jendela.
Setelah berhasil masuk rumah korban, Udin langsung mengambil barang layak jual apapun yang ia lihat. Setelah berhasil kabur, barang curiannya dijual ke pasar gelap (pasar maling) di daerah Pasar Turi Surabaya. Udin menjualnya antara pukul 03.00 hingga 05.00 Wib.
Sementara itu, Udin mengaku terpaksa terus mencuri lantaran dirinya tidak memiliki pekerjaan lain. Apalagi, dia harus memenuhi kebutuhannya dan istri serta dua anaknya. Namun yang membuat geram, ternyata Udin mengaku jika sisa uangnya setelah diberikan istrinya, dia pakai untuk foya foya ke tempat hiburan malam. Terutama untuk pesta minuman keras. bkr
Editor : Redaksi