SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Polrestabes Surabaya terus mengebut kasus pengeroyokan terhadap dua pemuda yang merupakan anggota Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) pada Minggu, (1/10) dini hari lalu. Terbukti, Kamis, (5/10) siang, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M. Iqbal didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Leonard Sinambela merilis dua tersangka awal yang merupakan pelaku pengeroyokan di depan pom bensin Karangpoh, Tandes itu.
Dua tersangka itu bernama Mohammad Tiyok (19) warga Balongsari Surabaya dan Mohammad Jafar (24) Jalan Pogot Baru Surabaya. Mereka ditangkap setelah terekam dalam sebuah video amatir yang menunjukkan wajah keduanya. Selain itu proses pengungkapan dua tersangka tersebut juga dibantu oleh rekan bonek yang juga ada di lokasi.
"Alhamdulillah, berkat rekan bonek yang juga membantu kami dalam proses pengungkapan kasus ini, kami telah mendapati dua orang tersangka. Keduanya sudah kami lakukan pemeriksaan saintifik terhadap beberapa alat bukti, kemudian kedua pelaku juga mengakui turut serta melakukan pemukulan terhadap kedua korban," terang Iqbal, Kamis (5/10) siang.
Selain itu, Iqbal juga menyampaikan jika masih ada kemungkinan tersangka lain yang terlibat dalam aksi massa tersebut.
"Tentu ini bukan akhir, jadi tidak berhenti pada dua tersangka ini. Selain dua kami juga amankan satu orang lagi yang diduga keras melakukan provokasi di media sosial," imbuh Iqbal.
Dalam barang bukti tersebut, selain foto dari rekaman video amatir, bambu, batu paving dan kayu yang digunakan para pelaku menganiaya korban, juga ada foto unggahan ujaran kebencian yang provokatif dari sebuah akun twitter bernama Joenerly Simanjutak.
"lek koen rumongso BONEK..lek koen rumongso loroh ati ndelok dulur2mu di gepuki karo pendekar2 PSHT mau..ayoo nglumpuk ng pom bensin balongsari saiki. Tak enteni dulur..gak usah ngenteni balese mene #Salam Satoe Nyali," begitu cuit akun tersebut, beberapa jam sebelum insiden pengeroyokan dua pemuda PSHT hingga tewas itu.
Iqbal juga memberikan perhatian tersendiri bagi pengunggah ujaran provokatif tersebut. Kini pengunggah itu telah diamankan dan dalam proses penyidikan.
"Sudah kami amankan. Inilah yang paling vital bagi proses pengeroyokan tersebut. Pengunggah tersebut melakukan provokasi kepada para bonek. Tunggu tahapan untuk kami jadikan sebagai tersangka juga," ujar Iqbal.
Sementara itu, ketua cabang PSHT Surabaya, Maksum Rosidin S.H. mengapresiasi kinerja kepolisian dalam mengungkap kasus kematian kedua anggota PSHT di Surabaya itu. Dalam kesempatan itu pula, Maksum menghimbau agar tidak ada lagi gerakan susulan baik dari anggota PSHT maupun bonek untuk menjaga kondusifitas Surabaya dan Jatim khususnya, Indonesia umumnya.
" kami terus kawal proses ini, alhamdulillah pak Iqbal dan jajaran sudah berhasil menguak tabir dari pengeroyokan dua saudara kami hingga meninggal. Selain itu saya kembali menghimbau agar tidak ada gerakan lain yang dapat merugikan dua belah pihak baik bonek maupun PSHT. Sepenuhnya proses ini kami serahkan kepada pihak kepolisian," kata Maksum. fir
Editor : Redaksi