Lima Tantangan Demokrasi di Indonesia

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Demokratisasi politik di Indonesia memang berjalan cepat. Bahkan, mungkin menjadi yang tercepat di antara negara-negara berkembang lainnya. Tetapi, apakah hal tersebut bukan berarti tanpa tantangan? Menurut Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, proses demokratisasi yang berlangsung dengan sangat cepat tersebut ternyata masih harus berhadapan dengan berbagai kenyataan yang paradoksal. Hal itu dikarenakan bahwa masih ada beberapa hal dalam kondisi riil yang justru bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi. “Pertama, Demokrasi procedural ternyata lebih menonjol ketimbang demokrasi substansial. Para pemimpin berhasil dipilih secara demokratis. Tetapi, pemimpin yang terpilih melalui mesin electoral itu pada umumnya kurang atau tidal responsive terhadap kebutuhan rakyat,” kata Muhaimin. Tantangan kedua, menurut pria yang baru saja dikukuhkan sebagai Doktor Honoris Causa oleh Unair tersebut menambahkan bahwa prosedur nilai-nilai dan etika serta kultur demokrasi tidak tumbuh di tengah elemen masyarakat. “Meskipun demokrasi procedural bersifat instrumental atau hanya sebagai wasilah untuk mencapai substansi utamanya, tidak berarti bahwa yang satu lebih penting daripada yang lainnya,” tambahnya. Tantangan ketiga, menurut Muhaimin adalah kondisi saat ini justru menunjukkan hal yang ironis dalam hal kebebasan berpendapat. Kebebasan menyampaikan pendapat ternyata banyak dilakukan melalui jalan kekerasan dan pemaksaan kehendak. “Keempat, penghormatan terhadap perbedaan keyakinan juga mengalami kemunduran. Kelima, demokrasi liberal ternyata lebih menguntungkan mereka yang punya uang. Masyarakat hanya menjadi konsumen yang dimainkan oleh iklan dan janji elite politik,” pungkasnya. ifw

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:28 WIB
Senin, 09 Mar 2026 20:36 WIB
Berita Terbaru