PDI-P Deklarasi Cagub Jatim 15 Oktober 2017

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Teka-Teki siapa calon Gubernur dan calon wakil Gubernur yang diusung PDI Perjuangan bakal terjawab. DPP PDI-P sebagai induk parpol berlambang banteng moncong putih ini menggelar acara deklarasi cagub-cawagub hari Minggu, tanggal 15 Oktober 2017. Kepastian deklarasi itu terungkap dalam surat undangan bernomor 3388/IN/DPP/X/2017 yang diterima redaksi Surabaya Pagi Sabtu (7/10) siang pukul 12.30 WIB. Bocoran surat yang terbit tanggal 6 Oktober 2017 itu dikirim langsung oleh orang dalam di DPP PDI-P, karena sebenarnya bersifat internal. Ini terbukti dari tujuan surat undangan itu yang diperuntukkan hanya kepada Ketua, Sekretaris, Bendahara, Wakil ketua bidang bappilu dan ketua-ketua DPC PDI-P seluruh Jawa Timur. Surat Undangan tersebut ditandatangi Bambang DH selaku Ketua Bappilu DPP dan Sekjen DPP Hasto Kristianto. Bambang DH, saat dikonfirmasi tidak membantah adanya surat tersebut. Saat di kirim pesan singkat lewat whatsapp, BDH hanya membaca, dan tidak menolak soal surat undangan perihal deklarasi itu. Senada, Sekretaris DPD PDI-P membenarkan adanya undangan deklarasi itu. Namun ia sendiri tidak tahu apa alasan DPP PDI-P menggelar deklarasi cagub-cawagub Jatim di kantor DPP PDI-P Jakarta tanggal 15 Oktober 2017. "Rencana (memang) seperti yang ada di surat itu, DPP memutuskan begitu, saya tidak tahu," jelas Sri Untari saat ditanya kenapa deklarasi digelar di Jakarta, bukan di Jawa Timur. Lantas siapa cagub-cawagub yang akan dideklarasikan? Sri Untari enggan membeberkan sekarang. "Nunggu tanggal 15 Oktober saja ya," pinta ketua Fraksi PDI-P DPRD Jatim ini. Beragam spekulasi beredar di kalangan politisi dan pengamat politik di jawa timur, ada yang menyebut rekom kepada Saifullah Yusuf berpasangan dengan Abdullah Azwar Anas sudah di depan mata. Ada juga yang mengatakan cawagub Gus Ipul bukan anas, melainkan Tri Rismaharini. Ada juga yang menebak Budi Kanang Sulistyo akan menjadi pendamping Gus Ipul.. Prediksi lain juga menyebutkan bahwa deklarasi yang digelar tanggal 15 Oktober 2017 bersamaan dengan pelantikan Gubernur DKI Jakarta. Dengan demikian, momen itu bersamaan dengan habisnya jabatan Gubernur DKI asal PDI-P Djarot Saiful Hidayat. "Kenapa (deklarasi) di Jakarta, dan kenapa tanggal 15 Oktober? Ini sinyal, bisa saja yang di deklarasikan ya Pak Djarot," tebak seorang politisi yang minta namanya dirahasiakan ini. Wasekjen DPP PDI-P Ahmad Basarah menolak menjawab saat ditanya cagub yang akan diusung merupakan kepala daerah. "Saya belum bisa menyimpulkan dari kepala daerah atau bukan kepala daerah dan sebagainya," kata Basarah. Begitu juga soal cawagub yang akan ditetapkan Bu Mega sebagai Ketua Umum. "Tunggu Hari Minggu Besok (15/10/2017)," tegas Basarah.Rko

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:28 WIB
Senin, 09 Mar 2026 20:36 WIB
Berita Terbaru