SURABAYAPAGI.com, Madiun - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, Jawa Timur mencatat daerah itu mengalami deflasi secara bulanan pada April dibandingkan Maret 2026 sebesar 0,02 persen yang di antaranya disebabkan turunnya harga daging ayam ras. Bahkan, daging ayam ras mengalami penurunan harga hingga 12,49 persen dengan andil deflasi sebesar -0,19 persen.
"Deflasi bulanan Kota Madiun pada April 2026 secara umum dipengaruhi oleh penurunan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan daging ayam ras menjadi komoditas utama penyumbang deflasi. Penurunan harga tersebut seiring dengan berakhirnya momentum keagamaan yakni bulan Ramadhan dan Idul Fitri, sehingga permintaan pasar kembali normal," ujar Kepala BPS Kota Madiun Abdul Azis dalam keterangannya, Rabu (06/05/2026).
Lebih lanjut Azis menjelaskan bahwa deflasi bulan April merupakan deflasi yang kedua untuk Kota Madiun di tahun 2026 setelah sebelumnya terjadi pada Januari dengan deflasi sebesar 0,23 persen. Adapun komoditas lain yang mendorong terjadinya deflasi antara lain turunnya harga cabai rawit, telur ayam ras, emas perhiasan, angkutan antar-kota, kangkung, pepaya, bawang merah, ayam hidup, ikan nila.
Sedangkan komoditas yang menekan deflasi antara lain adalah naiknya harga tempe, minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, mie, bakso siap santap, rekreasi, laptop, ikan goreng, dan popok bayi.
Dari 11 kabupaten/kota sebanyak sembilan kabupaten/kota mengalami deflasi sedangkan dua kota mengalami inflasi yaitu Surabaya sebesar 0,37 persen dan Malang sebesar 0,05 persen.
Sedangkan deflasi terdalam terjadi di Kota Probolinggo yakni 0,65 persen, kemudian Jember deflasi 0,44 persen, Gresik 0,4 persen, Sumenep 0,4 persen, Bojonegoro 0,35 persen, Banyuwangi 0,28 persen, Tulungagung 0,18 persen, Kediri 0,12 persen, dan Madiun 0,02 persen. Sementara, inflasi year on year (y-on-y) Kota Madiun pada April 2026 terhadap April 2025 tercatat sebesar 2,49 persen. md-01/dsy
Editor : Redaksi