UMKM Olahan Ikan Diminati Pengunjung Jatim Fair 2017

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Baru dibuka sejak hari Kamis 5 Oktober 2017 lalu, Jatim Fair terus dijubeli pengunjung. Salah satu yang ramai menjadi jujugan konsumen dari Surabaya dan sekitarnya itu adalah stand Dinas Kelautan dan Perikanan yang berada di Lantai 3 Grand City Convention Expo, Surabaya. Bagaimana tidak, di stand yang tampil beda dibanding stand-stand lainnya itu, terdapat sesuatu yang menjadi penarik simpati pengunjung Jatim Fair. Yakni Ikan Tuna sirip kuning yang masih segar. Ikan Tuna ini menjadi menarik karena bobotnya 88 kg yang terlihat sangat besar sama dengan orang dewasa. “Iya ikan ini kita datangkan khusus dari tangkapan nelayan 200 mil dari Pelabuhan Pondokdadap, Malang,” kata Heru Tjahjono, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur, kemarin. Dijelaskannya, Heru, pihaknya ingin maksimal dalam setiap pameran-pameran yang mendatangkan banyak pengunjung seperti Jatim Fair 2017 ini. Utamanya adalah memberikan kesempatan kepada UMKM berbasis produk olahan hasil perikanan yang selama ini menjadi binaan Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur. Di Stan Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim itu juga diperlihatkan program andalan berupa Rumah Ikan atau yang biasa dikenal sebagai Under Water restocking. Pengunjung diperlihatkan cara membuat rumah ikan yang biasa ditenggelamkan di kedalaman 10-15 meter dalam laut. Rumah ikan ini berguna untuk menebar benih dan kemudian menjadi tempat berkumpulnya ikan-ikan. Sehingga beberapa tahun kemudian, nelayan lebih mudah untuk mendapatkan ikan dalam jumlah besar. Sementara itu, Evi Afianasari Kepala Bidang P3KP (Pengolahan & Pemasaran Produk Kelautan & Perikanan) Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim mengatakan, ada empat UMKM unggulan yang produknya dibantu pemasaran dalam pameran Jatim Fair 2017. UMKM itu menjual wader crispy, Abon, Krupuk ikan, sambel ikan dan lain-lain. “Di Stand kami juga ada 4 produk UMKM yang kita ajak di even Jatim Fair ini. MEreka dari Surabaya, Sidoarjodan Madura. Selain salah satu unggulan, UMKM yang kita libatkan sat ini juga sudah mendapatkan sertifikasi,” terang Evi. Melalui even besar seperti JatimFair ini, kata Evi, sudah menjadi tugas Dinas Perikanan dan Kelautan Jatim untuk membukakan akses pasar khususnya bagi UMKM. Karena kalau Usaha level menengah keatas sudah punya pasar sendiri-sendiri. “UMKM ini yang perlu dibukakan jalan, kami berikan fasilitas pemasaran ke pusat keramaian dan mall. Sehingga dengan cara seperti ini omzet mereka bisa bertambah diatas 200 persen,” jelas Evi. Ia menyebutkan, hingga tahun2017 ini Jumlah UMKM yang berbisnis di bidang Perikanan ada sekitar 48 ribu unit. Hanya saja, UMKM yang membentuk kelompok baru sekitar 200 kelompok. “Khusus produk olahan hasil perikanan. Kami berusaha menguatkan fasilitasi selain SNI, juga memfasilitasi ke MUI untuk sertifikasi halal. Sertifikat analisasi produk sebagai tanda produk ini aman dan sebagainya,” imbuh Evi. Selain itu, saat ini, Dinas Kelautan dan Perikanan sedang menggiatkan program Pemilihan mutu Produk Perikanan serta Laboratorium pengujian mutu yang ada di Surabaya dan Banyuwangi. Ini dilakukan sebagai upaya menuju Lembaga standarisasi Produk (LSPro) yang bisa mengeluarkan SNI (Standar Nasional Indonesia) khusus produk perikanan. Karena sudah menjadi tuntutan seluruh produk yang beredar di Indonesia harus ber-SNI. Begitu juga jika kemudian produk itu akan di jual ke luar negeri. Khusus produk perikanan, dibentuklah LSPro (lembaga Sertifikasi Produk) yang ada di masing-provinsi. “LSPro ini yang sudah siap, baru ada satu di Jawa Timur,” jelasnya. “Kami dari dinas provinsi ingin bermanfaat bagi UMKM, dengan membantu mendapatkan perijinan tanpa melalui alur yang ribet. Jadi silakan saja UMKM yang punya produk olahan perikanan ingin mengurus standarisasi, datang ke kantor, kami akan bantu dan dampingi sampai selesai,” pungkasnya. rko/adv

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:28 WIB
Senin, 09 Mar 2026 20:36 WIB
Berita Terbaru