Ribuan Wanita Ikuti Pemeriksaan Kanker Serviks dan Payudara

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Hari Kanker Payudara Sedunia yang diperingati setiap tanggal 26 Oktober berjalan meriah di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Senin (9/10). Ribuan wanita (warga) dari Kota Surabaya dan sekitarnya, serta para Jaksa wanita berduyun-duyun mengikuti pemeriksaan gratis kanker serviks dan payudara. Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jatim, kegiatan yang setiap tahun diadakan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) ini dihadiri Ketua Umum (IAD), Ros Ellyana Prasetyo. Disela-sela kegiatan, Ros mengatakan acara pemeriksaan kanker serviks dan payudara ini dilaksanakan setiap tahunnya, terutama dalam rangka memperingati Hari Kanker Payudara Sedunia. “Kegiatan ini tujuannya untuk mewujudkan wanita Indonesia bebas kanker serviks dan kanker payudara. Pemeriksaan dini kanker serviks dan payudara sangat penting, karena dari ibu yang sehat akan melahirkan anak-anak yang sehat pula,” kata Ketua Umum IAD, Ros Ellyana Prasetyo, Senin (9/10). Wanita yang merupakan istri dari Jaksa Agung, HM Prasetyo ini menjelaskan, jika sudah terkena kanker tidak ada lagi kata sembuh. Kegiatan serupa sudah kedua kalinya diadakan oleh Kejati Jatim. Sedangkan di IAD, deteksi dini kanker serviks dan payudara ini sudah digalakkan sejak tahun 2015 silam, terutama pada saat HUT IAD. “Deteksi dini kanker serviks dan payudara sudah kita canangkan sejak 2015 silam. Sejauh ini IAD sudah berhasil mendeteksi sekitar 7 (tujuh) ribu wanita di seluruh Indonesia. Namun jumlah itu belum ditambahkan pada pemeriksaan bulan Oktober 2017 ini,” jelasnya. Ros menambahkan, kegiatan serupa akan diadakan setiap tahunnya. Meski tidak digelar secara serentak, tiap bulan Oktober pemeriksaan kanker serviks dan payudara selalu dilakukan IAD. “Harapan dari kegiatan ini adalah untuk meminimalisir wanita dari kanker serviks dan kanker payudara,” ungkapnya. Terpisah, Kepala Kejati (Kajati) Jatim Maruli Hutagalung bersyukur dengan antusias warga untuk mengikuti tes gratis ini. “Untuk program kali ini sesuai data yang mendaftar hingga 2 (dua) ribu warga. Itu berarti warga makin memahami arti pentingnya kesehatan,” ucap Maruli. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, Kohar Hari Santoso menambahkan, kegiatan ini sangat penting bagi deteksi kanker serviks dan payudara. Diantara penyakit kanker, lanjut Kohar, nomor satu yang ganas yakni kanker payudara, kanker leher rahim (serviks) dan kanker paru-paru. Dengan adanya pemeriksaan semacam ini, kami sangat senang. “Dengan begitu kami bisa menjangkau lebih jauh ke masyarakat. Kegiatan ini sangat masif, dilaksanakan dari Kejaksaan di Jakarta sampai Kejati Jatim, serentak hari ini,” tambahnya. Lanjut Kohar, ini adalah deteksi dini dari kanker atau tindakan preventif. Jadi kalau kemudian ada yang terdeteksi kanker, kemudian secara dini bisa kita obati. Cara sederhana yang digunakan untuk mendeteksi gejala kanker, yakni melalui metode IVA. Metode IVA ini menggunakan asam cuka atau asetat yang dioleskan ke leher rahim. Dengan metode IVA ini, sambung Kohar, asam cuka itu akan keluar lagi dalam leher rahim. Jika nantinya cuka keluar dan warnanya keputih-putihan, diduga kuat benih kanker bersarang di leher rahim seorang yang diperiksa. “Melalui metode IVA, kanker serviks ini bisa diketahui. Sebab kalau sampai stadium, risiko kematian sangat besar,” pungkasnya.nbd

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:28 WIB
Senin, 09 Mar 2026 20:36 WIB
Berita Terbaru