SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo- Begitu pentingnya Air Susu Ibu/ASI bagi kesehatan bayi dipahami betul oleh TP-PKK Kabupaten Sidoarjo. Bayi yang tidak mendapatkan ASI yang memadai rentan terkena penyakit. Diperkirakan lebih dari satu juta anak meninggal tiap tahun karena penyakit diare, saluran nafas dan infeksi lainnya disebabkan mereka tidak disusui ibunya secara memadai.
Hal tersebut dikatakan Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Ny.Hj. Anik Saiful Ilah saat membuka kegiatan Temu Kader Dalam Rangka Peningkatan Pemberian ASI Eksklusif yang diselenggarakan di Pendopo Delta Wibawa, Selasa, (10/9).
Dikatakan, program penangulangan penyakit diare sejak lama mengakui bahwa menyusui adalah cara penanggulangan diare. Lewat ASI akan mencegah dehidrasi dan mempercepat penyembuhan bayi penderita diare. Akan tetapi ia katakan sebagian besar ibu di banyak negara sudah memberikan makanan dan minuman tambahan bayinya yang belum berusia 6 bulan. Bahkan banyak ibu yang berhenti memberikan ASI jauh sebelum anaknya berumur 2 tahun.
Istri dari Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH, M.Hum tersebut mengatakan banyak alasan ibu-ibu tidak memberikan ASI eksklusif. Alasan yang sering terlontar adalah tidak yakin punya cukup ASI bagi bayinya. Alasan lainnya adalah ibu bekerja diluar rumah dan tidak tahu bagaimana memberikan ASI sambil tetap bekerja. Padahal pemberian ASI eksklusif sangat berpengaruh pada kesehatan dan tumbuh kembang anak yang optimal. Untuk itu ia katakan pemberian ASI eksklusif adalah wajib dan merupakan hak anak untuk mendapatkan derajat kesehatan setinggi-tingginya.
Ny.Hj. Anik Saiful Ilah mengungkapkan tingginya angka kematian bayi di Kabupaten Sidoarjo disebabkan karena Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) kurang dari 2,5 kg. Penyebab lainnya adalah bayi kurang gizi dan pneumonia. Untuk menurunkan angka kematian tersebut dilakukan intervensi program pemberian ASI eksklusif 0-6 bulan dan diteruskan sampai usia 2 tahun. Untuk itu ia meminta kepada kader-kader PKK untuk meningkatkan dan menyukseskan cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Sidoarjo. Ibu-ibu anggota PKK juga diharapkan dapat menjadi fasilitator yang dapat memberdayakan masyarakat melalui edukasi pemberian ASI eksklusif.
"Kaum ibu harus cerdas artinya betul-betul memahami bahwa memberikan ASI eksklusif itu hukumnya wajib bagi anak, ASI adalah hak anak karena anak-anak inilah yang akan menjadi penerus kita, penerus bangsa ini untuk generasi Kabupaten Sidoarjo yang sehat dan cerdas,"ucapnya. sg
Editor : Redaksi