Pastikan 100 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi Hadapi Musim Tanam

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com-Jember, Untuk melaksakan petunjuk, Bupati Jember dr Faida MMR guna memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida KP3 Kab Jember, yang dipimpin oleh Wakil ketua KP3 Edy Budy Susilo, lakukan sidak di gudang, Distrbutor, hingga beberapa Agen (Toko), untuk memastikan kesiapan menghadapi musim tanam bulan Oktober hingga Desember nanti. Tampak dalam sidak diikuti oleh unsure Kejaksaan, TNI dan Polri, serta Dinas Pertanian maupun Dinas Perdagangan, yang dipimpin Wakil Ketau KP3, juga sebagai Asisten II Perekonomian Kab Jember, ditemui oleh perwakilan Asisten Executive (AE) pupuk Kaltim Jember, Lumajang dan Probolinggo Ali Maksum dan SPDP PT Petrokimia Gresik Wilayah Jember, Lumajang dan Probolinggo. Wakil Ketua KP3 Jember Edy Budi Susilo, pada menerangkan pada awak media bahwa Jember sendiri untuk menghadapi musim tanam bulan Oktober hingga Desember sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) petani berdasarkan SK Bupati sebanyak 100 ribu ton, hal ini sesuai dengan luasnya lahan pertanian produktif di Jember yang mencapai 81 ribu hektar. “Sesuai dengan SK Bupati, kebutuhan pupuk di Jember sebesar 100 ribu ton, mengingat luasnya lahan produktif di Jember yang mencapai 81 ribu hektar, dan Jember sendiri sudah mendapat kiriman dari pusat sebesar 79 ribu ton, dan sebagian sudah didistribusikan ke beberapa kios, namun untuk mengantisipasi kelangkaan, meskipun saat ini ada diambang batas aman, petani dihimbau untuk menggunakan pupuk sebagaimana mestinya dan tidak berlebihan atau boros, karena bisa menyebabkan yang lain tidak kebagian, dan ujung-ujungnya dianggap langka,” ujar Asisten II Pemkab Jember Edy B Susilo Masih kata Edy saat melakukan sidak di gudang pupuk Kaltim, bahwa saat ini pemerintah kabupaten Jember sudah berkirim surat ke Kementrian Pertanian dan Gubernur untuk tambahan pupuk bersubsidi sebesar 8 ribu ton sampai akhir Nopember, sedangkan untuk Desember kebutuhan pupuk sebesar 12 ribu menunggu jawaban dari Gubernur yang akan diambilkan dari realokasi daerah lain di Jawa Timur. “Yang jelas pemerintah kabupaten Jember akan berusaha mencukupi kebutuhan pupuk petani, jangan sampai ada pihak-pihak terutama kios dan distributor untuk menyelewengkan pupuk, jika ada yang mengetahui ada kios atau distributor menyelewengkan pupuk, silahkan lapor ke Dinas Pertanian atau ke saya dinomor 08113529007. Kami sudah bekerja sama dengan kepolisian dan Kodim untuk mengawasi distibusi pupuk bersubsidi,” ujar Edy. Edy menambahkan, juga menjelaskan bahwa distribusi pupuk sudah sesuai kebutuhan petani di tiap-tiap kecamatan dengan cakupan luas lahan pertanian, “Jadi kalau ada peredaran pupuk antar kecamatan itu harus laporan pada KP3, sebab dalam aturan ada larangan dan tidak boleh, kalau ada yang tahu segera laporkan, karena hal ini melanggar hukum,” tegasnya. Sementara perwakilan Asisten Executive (AE) Pupuk Kaltim Ali Maksum, meyakinkan bahwa stok pupuk untuk tiga kabupaten berada di angka aman dalam 3 minggu kedepan, kepada sejumlah wartawan Rabu (11/10) saat menerima sidak dari KP3 dan Pemkab Jember. “Alhamdulillah saat ini stok pupuk untuk wilayah Jember, Lumajang dan Probolinggo yang merupakan wilayah distibusi kami, masih aman untuk 3 minggu ke depan. Hal ini sesuai dengan peraturan pemerintah untuk menyiapkan stok tiga minggu ke depan, jadi petani tidak perlu khawatir adanya isu kelangkaan,” ujar Maksum.

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru