Festival Mpu Tantular

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo— sejak tanggal 19 Museum Mpu Tantular yang terletak di daerah Sidoarjo mengadakan Festival dengan tema “Wayang” yang diikuti oleh masyarakat umum baik untuk anak mulai dari TK hingga Mahasiswa dan dewasa, acara ini akan berlangsung selama tiga hari. Festival Mpu Tantular selalu dilaksanakan setiap satu tahun sekali, di tahun sebelumnya Festival Mpu Tantular mengangkat tema “Kerajaan Jenggolo” dan di tahun ini yang diselenggarakan sejak Kamis (19/10) hingga hari ini, Sabtu (21/10) mengangkat tema “Wayang”. “Fastival ini diselenggarakan setiap satu tahun sekali, jadi setiap tahun pasti ada acara di museum ini, kalau tahun lalu, museum mengangkat tema “Kerajaan Jenggolo” dan di tahun 2017 ini Museum mengangkat tema “Wayang”,Ujar salah satu pegawai Museum Mpu Tantular. Acara festival ini merupakan acara edukasi yang memperkenalkan beberapa benda yang disimpan di Museum Mpu Tantular yang berada di daerah Sidoarjo sehingga tak heran jika di acara ini banyak sekali pameran wayang yang dijadikan sebagai sarana edukasi untuk anak maupun dewasa lewat beberapa pementasan dan seminar bertemakan wayang. Tidak hanya itu, di acara ini banyak ditemukan stand-stand dari beberapa instansi edukasi yang ikut andil dalam memeriahkan acara ini, diantaranya Museum Lumajang, Pameran Buku Jurnal penelitian naskah dari Departemen Agama, dan juga Museum Unair serta dan masih banyak lagi. Festival edukasi ini sangat menarik dan unik, terdapat beberapa pentas wayang untuk anak Tk sampai SD yang di dalamnya menyiratkan unsur edukasi untuk anak sehingga anak dapat menambah wawasan, dan cara penyajiannya pun sangat menarik dengan menggunakan cerita tentang Sunggokong yakni kera sakti dari China. Wayang yang digunakan yakni wayang Potehi yag berasal dari China. Tak heran jika dari pagi hingga malam acara ini tidak pernah surut akan pengunjung untuk menyaksikan beberapa acara yang diadakan oleh Museum Mpu Tantular. Acara festval Mpu Tantular ternilai sangat bermanfaat untuk mengembangkan pengetahuan anak bangasa.(mfn)/inn

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru