SURABAYAPAGI.com, Jombang- Memperingati Hari Santri 2017, Pesantren Tebuireng menggelar berbagai macam kegiatan. Sebelumnya, telah digelar kegiatan seminar tentang resolusi jihad, membedah pemikiran dan perjuangan KH Hasyim Asy'ari yang dihadiri sejumlah tokoh penting lainnya pada Sabtu (21/10).
Selain Gus Sholah, hadir Ketua MPR Zulkifli Hasan, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Yudian Wahyudi, mantan Menteri Agama KH Tolchah Hasan serta pakar sejarah Ali Haidar. Selain itu juga digelar Istigatsah kubro serta parade shalawat banjari dan Ishari Cukir. Acara dilanjutkan dengan pembacaan kilas resolusi jihad oleh KH Sholeh Qosim yang merupakan pejuang hizbullah.
Rangkaian peringatan hari santri masih dilanjutkan dengan kegiatan apel bersama di terminal kawasan makam mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur. Acaara itu juga diikuti ratusan santri putra maupun putri serta dari berbagai badan otonom Nahdlatul Ulama.
Dalam kegiatan tersebut, juga digelar drama kolosal perjuangan seni bela diri dan dilanjutkan dengan kirab resolusi jihad. Kegiatan itu dilakukan di sepanjang jalan protokol dekat dengan Pesantren Tebuireng.
Selanjutnya, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, KH Sholahudin Wahid memberikan kepada para santri, sebagai seorang santri Hari Santri jangan hanya dianggap sebagai sebuah upacara semata, namun harus bisa meningkatkan kemampuan diri siap besaing.
"Tidak ada kata lain, harus belajar yang rajin, banyak membaca. Hari santri jangan hanya diperingati dengan upacara saja, tapi yang penting harus belajar," tutur KH Sholahudin Wahid, saat dikonfirmasi terkait dengan Hari Santri, Ahad (22/10).
Pengasuh Pesantren Tebuireng yang akrab disapa Gus Sholah itu juga mengatakan, pondok pesantren saat ini banyak yang sudah maju. Namun, semua masih harus dikembangkan, salah satu contohnya di Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang. Pesantren ini, menurut dia, masih harus ditingkatkan berbagai fasilitasnya serta kualitas sumber daya manusia, sehingga siap berdaya saing.
"Di Tebuireng perlu ditingkatkan lagi mudah-mudahan secepatnya baik. Ini juga harus terjadi pada semua pesantren. Jika ingin baik, semua tergantung pesantrennya, kemampuan guru, kesadaran pengasuh pesantrennya serta murid," ungkap Gus Sholah ini. (hm/rep)
Editor : Redaksi