Bahaya Strategi Silent Politics

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Salah satu Bacagub Jatim potensial, Khofifah Indar Parawansa saat ini dianggap sedang melakukan strategi silent politics. Menteri Sosial Kabinet Kerja Presiden Jokowi tersebut, hingga detik ini masih menutup rapat informasi terkait siapa Cawagub yang akan ia pilih nantinya. Pengamat politik asal Universitas Brawijaya Fazadhora Nailufar menganggap bahwa sikap silent politics yang dilakukan Khofifah justru dapat menjadi boomerang bagi dirinya. Silent politics yang dimaksud disini adalah dengan menahan informasi tentang proses pencaguban dirinya dari media maupun publik. "Tim Bu Khofifah juga harus sadar bahwa waktu terus berjalan. Waktu yang terlalu sedikit ini menyebabkan ketidakoptimalan sosialisasi/kampanye kelebihan duet mereka ke khalayak pemilih," jelas Dhora. Dhora menganggap, apabila silent politics yang tengah dilakukan berjalan terlalu lama justru malah menimbulkan opini bahwa Khofifah belum mampu mencari figur pendamping yang layak bagi dirinya. "Meskipun sebelumnya, silent politics ini mampu menjaga trend elektabilitas Beliau. Tapi, jangan terlalu lama dipakai strategi ini," tegasnya. Terkait waktu deklarasi, Dhora menyarankan agar Khofifah segera menentukan pasangan Cawagub bagi dirinya. "Ya kalau bisa secepatnya. Kalau untuk nama-nama kan itu ada salah satunya Masfuk. Masfuk itu kan yang ditonjolkan adalah keberhasilan mengelola Lamongan dan backgroundnya yang juga pengusaha. Bisa dijual sebagai JK nya Jatim lah. Karakternya juga sinkron dengan Jokowi yang ingin segalanya serba praktis," pungkasnya. Dimintai pendapatnya secara terpisah, pakar komunikasi politik asal Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam menganggap saat ini partai koalisi pendukung Khofifah sedang berada pada dilema yang luar biasa besar. Sebab, ada banyak pihak yang turut serta dalam pemilihan untuk Cawagub bagi Khofifah. "Ada dari parpol yang masing-masingnya ini punya kepentingan masing-masing dalam hal meletakkan kadernya sebagai Cawagub. Lalu, sekarang Tim Kyai 9 juga turut serta untuk memilih. Tentunya ini bukan perkara mudah dalam mencari jalan tengah," kata Rokim. Namun, senada dengan Dhora, Rokim menganggap bahwa Khofifah wajib bergerak cepat dalam melakukan tahapan pencaguban dirinya. "Paling tidak akhir Bulan November harus sudah clear, agar tidak menimbulkan stigma negative dari masyarakat," pungkasnya. ifw

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru