SURABAYAPAGI.com, Gresik - Soal keresahan warga mengenai bekas galian proyek penanaman pipa gas milik PT Pertagas di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, akhirnya disikapi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gresik, Bambang Isdianto.
Menurut Bambang, pihaknya akan memantau langsung kinerja kontraktor proyek pipa gas tersebut, saat mengembalikan bekas galiannya. Sehingga, tidak menimbulkan kekhawatiran warga.
"Semua bekas galian yang dilalui pipa gas, kita terus awasi. Sedikit saja tidak sesuai kualitasnya, kita tegur. Karena untuk menjaga kualitas jalan sehingga tidak amblas," kata Bambang.
Sebelumnya, warga menyoroti kinerja kontraktor pemasangan pipa gas di wilayah Prambangan, Kedanyang dan Banjarsari. Pasalnya, bekas galian diduga diuruk dengan tanah biasa dan bukan tanah koral.
Selain itu, warga minta proyek ini dipercepat sehingga tidak mengganggu aktivitas warga. Terlebih, saat proyek dikerjakan, jalan raya ditutup bagi kendaraan.
Ditambahkan Bambang, sebelumnya pihak proyek sudah disampaikan bahwa segala kerusakan fasilitas umum yang diakibatkan pengerjaan galian penanaman pipa gas, tanggung jawab pemilik proyek. Dan ini disanggupi oleh mereka. Oleh sebab itu, DPU Gresik akan bertindak tegas, jika kesepakatan ini, diingkari.
Sementara itu, pantauan di lapangan, sedikitnya ada dua truk amblas di Jalan Raya Mayjen Sungkono, saat melintas di jalan bekas galian penanaman pipa gas milik Pertagas.
Pengakuan warga sekitar jalan amblas, bekas galian proyek pipa gas tersebut labil lantaran pihak pekerja yang menutup bekas galian, hanya diuruk dengan tanah biasa dan tanpa distump.
Alasan para pekerja proyek menguruk dengan tanah biasa, tidak lain karena jalan ini akan dilanjutkan dengan pengaspalan. "Padahal mereka itu mestinya tahu, biar ditutup aspal tetap akan amblas jika pondasinya tidak kuat. Ini akibat, pengawasan lemah," terang Cak Mukhdori, salah satu pengelola warung di Jalan Mayjen Sungkono, Minggu (22/10). Mis
Editor : Redaksi