SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Kecelakaan frontal antar mobil mewah di kawasan Bukit Darmo Boulevard Surabaya (depan Lenmarc Surabaya), Sabtu (21/10/2017) dinihari lalu masih menyisakan misteri. Dua mobil yang bertabrakan, Mercedes Benz nopol L 1247 IY dan Honda Jazz bernopol N 1576 BE, disinyalir milik orang kaya. Kecelakaan yang menewaskan seorang mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya, Aldo Irwandi Sandono, 19 tahun, hingga Minggu (22/10/2017) malam tadi masih dalam penyelidikan. Ditemukan oleh penyidik, driver Mercedes Benz (Mercy) bernama Ricky Demos Wibisono, dan Tan Hartanto Tanjung, (keduanya 20 tahun). Salah satunya dikenal anak bos Tunjungan Hotel Surabaya.
Laporan: Narendra Bakrie, Firman Rachman; Editor: Raditya M.K.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Unit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya AKP Bayu Halim, Minggu (22/10/2017) malam. Kendati pemeriksaan terhadap pengemudi Mercy sudah dilakukan, namun belum diketahui pasti apakah driver mercy tersebut dalam keadaan mabuk, ngantuk atau lainnya saat mengemudikan mobilnya.
"Kami masih menunggu hasil visum terhadap pengemudi (Mercy) tersebut. Kalau sudah keluar hasilnya akan kami sampaikan dan kami bisa menentukan langkah selanjutnya," kata Kanit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya, AKP Bayu Halim, Minggu (22/10/2017) malam.
Begitu pula dengan pemeriksaan terhadap pengemudi dan penumpang Honda Jazz yang selamat. Hingga kini masih belum dilakukan. Sebab mereka masih dirawat intensif oleh tim dokter rumah sakit. "Jika sudah selesai perawatan terhadap mereka dan mereka sudah sehat, tentu akan kami mintai keterangan," ujar AKP Bayu. Bayu menambahkan, mengorek keterangan dari korban yang selamat, untuk menjelaskan bagaimana kronologi yang mengakibatkan rekan mereka, Aldo meninggal.
Ditanya apakah pihaknya telah mengantongi rekaman CCTV yang mungkin merekam kejadian tersebut. AKP Bayu menjelaskan, hingga kini pihaknya masih bekerja untuk mendapatkan CCTV di sekitar TKP. “Kami terus memantau dan menyelidiki. Besok (hari ini, red) akan kami kabari lagi,” jelasnya.
Putra Bos Tunjungan Hotel
Sementara, sejak pemberitaan di SURABAYAPAGI.com, Sabtu (21/10/2017) kemarin, terkait kecelakaan Mercy vs Honda Jazz ini, Surabaya Pagi mendapat kiriman pesan WhatsApp dari seseorang. Ia memberi informasi bahwa driver mobil Mercy itu merupakan putra dari bos Tunjungan Hotel, Laksmono Kartika. Pria yang juga bos Jembatan Merah Plaza (JMP) di dalam naungan PT Lamicitra Nusantara, Tbk itu pun menjadi pembicaraan di beberapa WhatsApp Grup (WAG).
“Itu yang nubruk, anaknya bosnya Hotel Tunjungan Surabaya. Coba saja cek, pak” tulis pesan di WhatsApp itu, Minggu siang kemarin.
Bahkan, seseorang di pesan WA itu menjelaskan bagaimana kalau driver Mercy itu, sesaat kecelakaan awal, hendak melarikan diri usai menabrak mobil Honda Jazz. “Yang nabrak itu sebetulnya mau lari. Mobilnya sudah dimundurkan, tapi gak bisa cabut, karena nyantol Jazz. Sampai berusaha untuk melepaskan diri, Mercyne ditubruk-tubrukno. Kasihan sing mobil Jazz nya,” beber seseorang di pesan WA itu.
Bahkan, perbincangan di WAG itu, menyayangkan, bila pengendara Mercy tidak berusaha kabur. “Coba kalau tidak mau kabur. Iku kecantol, akhirnya ditubruk-tubrukno, Aldo mungkin berbeda kondisinya (masih hidup, red),” sebut di WAG itu.
Jadi Kasak-Kusuk
Atas dasar itu, Surabaya Pagi mencoba menelusuri langsung di Tunjungan Hotel Surabaya, yang bertempat di antara Tunjungan Plaza 1,2 dengan Tunjungan Plaza 3,4 ini. Namun saat mencoba menggali informasi di Tunjungan Hotel, beberapa karyawan yang sedang bekerja, tidak mengetahui berita tersebut.
Saat itu, Surabaya Pagi mencoba menelusuri perihal putra dari Laksmono Kartika, ditemui resepsionis Tunjungan Hotel Surabaya, dengan hendak memesan kamar untuk dua hari kedepan. Setelah mendapat informasi harga kamar, Surabaya Pagi mencoba mengorek soal putra Laksmono Kartika yang terlibat kecelakaan di kawasan Lenmarc Surabaya. Resepsionis itu, hanya menjawab singkat. “Wah saya gak denger soal kabar itu pak. Kami sih gak perhatiin siapa-siapa, yang penting kerja saja,” jawab resepsionis pria setengah baya itu.
Namun, saat Surabaya Pagi meninggalkan lokasi, terlihat ada kasak-kusuk di petugas bell boy, yang membicarakan kecelakaan Mercy vs Honda Jazz itu. “Mosok anake bos sing nyetir? Bener tah?” tanya seorang pria kepada temannya. Hingga Minggu (22/10/2017) malam, pihak dari Laksmono Kartika masih belum bisa dikonfirmasi terkait dugaan keterlibatan kecelakaan Mercy vs Honda Jazz.
Aldo Putra dari Iwan HDCI Malang
Kecelakaan ini menewaskan Aldo Irwandi Sandono, putra dari Iwan petinggi HDCI (Harley Davidson Club Indonesia) Malang sekaligus pemilik Restoran Chinese Food Yasmine Jalan Tidar Malang.
Aldo, mahasiswa bisnis Universitas Ciputra Surabaya yang tinggal di Ruko Taman Puspa Raya C-1 Citraland Surabaya itu, menghembuskan nafas terakhirnya setelah 6 jam dirawat di RS National Hospital usai kecelakaan tersebut.
Dari data yang diperoleh SURABAYAPAGI.com (grup dari Surabaya Pagi Media) di lapangan, kecelakaan frontal itu terjadi sekitar pukul 01.00 Wib di Jalan Bukit Darmo Boulevard Surabaya (kawasan Lenmarc). Aldo saat itu menjadi penumpang mobil Honda Jazz N 1576 BE yang dikemudikan Jeffrey Harijanto (21), remaja asal Cepu Jawa Tengah. Selain Jeffrey dan Aldo, Honda Jazz itu ditumpangi Vita (19) dan Agnes (19). Keempat remaja ini adalah sahabat.
Kronologi
Mobil Honda Jazz ini dikemudikan Jeffrey dari arah utara menuju ke selatan. Namun tiba-tiba, sebuah mobil Mercy L 1247 IY melaju kencang dari arah yang sama. Tepat di depan Mal Lenmarc, mercy itu tiba-tiba menabrak Honda Jazz tersebut. Moncong Mercy akhirnya ringsek. Sementara bodi Honda Jazz juga rusak.
"Pengemudi honda jazz selamat. Ketiga penumpangnya (1 pria, 2 wanita) mengalami luka-luka. Dan sekitar pukul 07.00 tadi pagi (Sabtu 21 Oktober 2017, red), penumpangnya (Aldo, red) dinyatakan meninggal dunia," sebut Kanit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya, AKP Bayu Halim.
Aldo didapati dalam kondisi patah kaki sebelah kanan dan tak sadarkan diri. Diduga pula, sejumlah luka diderita Aldo baik luka dalam dan luka luar. Sedangkan dua wanita teman Aldo (Vita dan Agnes) menderita sejumlah luka, namun nyawanya selamat. Begitu pula dengan Jeffrey
Dugaan sementara, mobil Mercy yang dikemudikan Ricky Demos (20) warga Jalan MT Haryono RT 01 Damai bahagia BPP Sel Balikpapan Kalimantan Timur itu melaju dengan kecepatan tinggi, searah dengan mobil Honda Jazz tadi. Saat itu, Ricky bersama temannya, Tan Hartanto Tanjung (20) warga Kemayoran Baru 17/3, Surabaya. Ditanya dugaan sementara, apakah Ricky (pengemudi Mercy) dalam keadaan ngantuk, mabuk atau lainnya, AKP Bayu Halim masih belum bisa memastikan. "Sebab hingga saat ini, kami masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan terkait itu," tandasnya.
Statusnya masih sebagai saksi. Tapi bukan tidak mungkin jika bukti-bukti yang ada mengarah padanya semakin kuat, statusnya bisa menjadi tersangka. Ditambah kecelakaan ini menimbulkan korban jiwa.
Bayu menghimbau bagi anak muda yang sudah dibekali mobil maupun motor harus kontrol dan mawas diri dalam berkendara. ”Patuhi aturan dan hargai pengendara lainnya,” tegas Alumnus Akpol tahun 2009 tersebut. bkr/fir/rmc
Editor : Redaksi