SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Beberapa masyarakat di Jawa Timur, nampaknya masih belum mengerti apabila pada tahun 2018 nanti akan diselenggarakan Pilgub. Ironisnya, masyarakat yang belum mengerti tentang hal tersebut berada di Kota Surabaya yang notabene sebagai Ibu Kota Jawa Timur.
Bagaimana bisa mereka tidak mengerti akan hal tersebut? Berikut hasil penelusuran Surabaya Pagi, pada hari ini(25/10).
Di sudut Terminal Joyoboyo, Surabaya Pagi berbincang dengan Cak Nur, pekerja serabutan yang kebetulan sedang duduk di pinggir jalan. Cak Nur mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui bahwa tahun depan masyarakat Jawa Timur akan memilih Gubernur baru untuk memimpin Jawa Timur.
"Nggak tahu Mas, apa iya to? Yang maju siapa Mas? Saya nggak pernah baca koran Mas. Nonton TV pun jarang soalnya," kata Cak Nur.
Pria yang berada di kisaran usia paruh baya tersebut mengatakan bahwa dirinya setiap hari lebih sibuk mencari sesuap nasi ketimbang mengikuti pemberitaan. "Makan saja susah Mas. Saya yang penting tiap hari nyari makan saja dulu," katanya.
Lain Cak Nur, lain pula Ahmad. Pemuda yang mengaku bekerja sebagai tukang parkir tersebut mengaku tahu bahwa akan ada Pilgub di Jawa Timur pada tahun depan. Hanya saja, Ahmad tidak tahu siapa-siapa saja yang kelak akan maju pada Pilgub tersebut.
"Yang pasti maju Gus Ipul kan Mas? Saya pernah kebetulan baca koran di terminal. Wakilnya jadi yang Bupati Banyuwangi itu Mas? Lawannya siapa jadinya?" kata Ahmad.
Apakah kondisi tersebut sama di lingkungan dengan demografi berbeda? Ternyata tidak. Di lingkungan sekitar Unitomo dan Untag, mayoritas masyarakat sudah tahu bahwa pada tahun depan di Jawa Timur akan ada pesta demokrasi.
Ironisnya, beberapa orang di lokasi tersebut cenderung tidak peduli pada Pilgub kelak. Nia misalnya, mahasiswa komunikasi di Unitomo tersebut mengaku jenuh dengan pembicaraan politik terkait Pilgub Jatim.
"Tahu kok Mas. Hanya saja ya gitu Mas, bosen baca beritanya. Gitu terus. Muter terus. Nggak ada yang ngomong program, padahal sudah Bulan November. Kok kayaknya Pilgub ini bukan demi masyarakat, tapi demi politisi aja," cetus Nia.
Sementara itu, menurut hasil survey yang dilakukan oleh Surabaya Pagi dan akun twitter @infosurabaya juga menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda. Meskipun mayoritas responden menyatakan tahu, namun jumlah yang tidak tahu dan tidak peduli juga masih lumayan besar.
Dari 669 polling yang masuk hingga pukul 20:18, sebanyak 60 persen responden mengaku tahu bahwa akan ada Pilgub Jatim. Sementara, 25 persen mengaku tidak tahu dan 15 persen sisanya mengaku tidak peduli.
Editor : Redaksi