SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Cara pencalonan seorang tokoh untuk dapat menjadi Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dapat melalui beberapa cara. Seorang tokoh, dapat maju melalui jalur perseorangan ataupun independen atau melalui jalur dukungan partai.
Bagaimana dengan Pilgub Jatim 2018? Ketua KPU Jatim Eko Sasmito mengatakan bahwa, saat ini kemungkinan munculnya calon independen pada Pilgub Jatim masih terbuka lebar. Sebab, tahapan untuk pengumpulan berkas awal sebagai tahapan verifikasi belum dimulai.
"Nanti baru mulai pengumpulan berkas untuk verifikasi pada akhir Bulan November. Jadi, peluang untuk itu(calon independen) jelas masih besar bagi siapapun juga," jelas Eko.
Disinggung terkait siapa saja yang sudah menghubungi terkait pendaftaran melalui jalur independen, Eko menyatakan hingga saat ini dirinya belum menerima informasi apapun. "Justru, kalau soal siapa siapa yang bakal maju dari independen kayaknya ini teman-teman media yang lebih tahu. Saya malah akan minta info untuk itu," pungkasnya.
Dimintai pendapatnya, pengamat politik asal Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam mengatakan bahwa kemungkinan munculnya tokoh dari jalur perseorangan masih ada. Meskipun, bisa dikatakan hingga detik ini masih belum ada tokoh di Jawa Timur yang mendeklarasikan diri maju dari jalur independen.
"Tentu saja masih sangat mungkin, dalam politik itu apa saja bisa terjadi hingga detik terakhir. Jadi kok saya kira, nanti akan tetap saja ada yang mendaftar melalui jalur independen itu," jelas Rokim.
Akan tetapi, menurut Rokim, mereka yang kelak mendaftar melalui jalur independen tidak akan mengejar kemenangan. "Karena ya itu tadi, karena belum ada yang deklarasi, maka paling mereka yang nantinya daftar itu niatnya hanya ingin cari popularitas saja," jelasnya.
Senada, dimintai pendapatnya secara terpisah, pengamat komunikasi politik asal Unesa Awang Dharmawan juga memiliki pendapat yang sama. Dengan kondisi belum ada tokoh yang sangat kuat untuk melaju dari jalur independen, maka Awang pesimis akan ada yang menang dari jalur tersebut di Jatim.
"Kalau yang daftar, sangat mungkin ada. Tapi kalau mau menang, nanti dulu. Butuh elektabilitas dan popularitas super untuk menang di jalur independen untuk level Pilgub. Jadi, paling-paling hanya jadi penggembira demokrasi," kata Awang. ifw
Editor : Redaksi