SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Siapa bilang warga perkotaan sebesar Kota Surabaya acuh dan tidak peduli dengan yang lain. Asumsi itu dipatahkan oleh para warga yang membantu Ricko Yuriansah (23) warga Bambe, Gresik yang motornya dibegal tiga orang di Jalan Bukit Darmo Boulevard (depan Lenmarc), Rabu (25/10/2017) dini hari kemarin. Bahkan, lebih dari 10 warga, membantu Ricko mengejar pelaku hingga 10 kilometer. Bagaimana aksi para warga ini?
Kepada Surabaya Pagi, korban Ricko menceritakan peristiwa pembegalan yang dialaminya dan pengejaran yang dilakukannya bersama warga. Ricko menyebut, saat itu dirinya sedang duduk diatas motornya sambil menunggu pacarnya pulang kerja. Tiba-tiba, dia didatangi oleh tiga pria dengan satu motor. Salah satunya turun dari motor dan bertanya 'PTC itu dimana'. Saat menjawab, tiba-tiba lehernya sudah ditodong senjata tajam oleh satu pelaku lainnya.
"Pelaku meminta HP saya sambil memaksa saya turun dari motor. Saya hanya bisa pasrah. Pada saat lengah, saya berontak dan akhirnya berduel dengan pelaku. Setelah leher bagian belakang saya kena pukulan gagang parang, mereka kemudian kabur," beber Ricko.
Nah, pada saat Ricko duel dengan pelaku yang membawa senjata tajam, ternyata satu pelaku lain berhasil membawa kabur motor milik Ricko, yang memang kunci kontaknya masih menempel. Kemudian dua pelaku lainnya kabur dengan motor sarananya. "Saya langsung meminta tolong sepasang kekasih untuk mengejar. Ternyata mereka mau membonceng saya. Jadi pengejaran kami mulai bertiga," beber Ricko.
Kepedulian warga saat mendengar permintaan tolong warga akhirnya dirasakan Ricko. Betapa tidak, sepanjang jalan mulai kawasan Jl Bukit Darmo Boulevard (depan Lenmarc), Wiyung, Gunungsari, Joyoboyo, Darmo, Basuki Rahmat, Embong Malang, Tidar dan berakhir di jalan Pacuan Kuda Petemon. Ada lebih 10 orang yang ikut mengejar pelaku dengan rute pengejaran berjarak sekitar 10 kilometer.
Memang, sepanjang pengejarannya, Ricko berteriak begal-begal agar mendapat bantuan dari pengendara lain. Usaha Ricko membuahkan hasil, di sepanjang perjalanan mulai Wiyung, Gunungsari, Joyoboyo, Darmo, Basuki Rahmat, Embong Malang, Tidar dan sampai Jl Pacuan Kuda Petemon, Ricko mendapat bantuan pengendara lain sampai lebih dari lima pengendara (10 orang lebih). Mereka mengejar pelaku dari belakang dengan jarak 15 meter.
"Waktu saya teriak, ada pengendara lain yang tanya mana begalnya, saya jawab itu pakai Mio boncengan dua. Ada lebih dari lima motor. Semua menerobos lampu merah sambil kasih kode kalau sedang mengejar begal. Sempat ada yang pakai RX King memepet pelaku di sekitar RS Darmo, tapi pelaku yang dibonceng mengayunkan parangnya," kata Ricko.
Pengejaran pelaku begal ini kata Ricko diuntungkan gang buntu. Dua pelaku yang dia kejar bersama warga akhirnya masuk di sebuah gang buntu di Jl Pacuan Kuda Petemon. Mengetahui kalau itu gang buntu, pelaku mencoba putar balik, tapi di belakangnya telah banyak warga yang siap menangkap termasuk Ricko.
"Begitu dia terpojok saya turun dan langsung menyerang pelaku yang sebagai joki. Sementara pelaku yang membawa senjata terus mengayunkan parangnya sambil lari. Akhirnya pelaku yang pakai parang berhasil ditangkap warga sekitar," katanya.
Sampai sekarang, Ricko tidak mengetahui siapa warga yang memboncengnya dalam pengejaran dramatis itu. Dia hanya mengucapkan banyak terima kasih masih banyak orang baik di Surabaya.
"Saya tidak sempat kenalan. Karena saya konsentrasi pada pelaku dan melaporkan ke Polrestabes Surabaya kejadian ini. Dua pelaku juga telah diamankan di Polrestabes Surabaya. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada semua orang yang bantu saya," katanya.
Ricko berharap motor yang dibawa kabur oleh satu pelaku lainnya bisa ditangkap. Sebab, menurut Ricko, perkiraan belum lari jauh karena bensin di motornya menipis hampir habis.
"Motor saya itu habis bensinnya. Saya yakin yang bawa motor saya itu kaburnya tidak jauh. Karena bensinnya habis. Sayangnya saya tidak tahu jejaknya. Akhirnya kejar yang dua itu," katanya.
Dalam pengejaran, Ricko hanya menjumpai petugas kepolisian di satu lokasi yaitu di sekitar danau Unesa. "Waktu pengejaran saya lihat tiga polisi dengan mobil patroli di waduk Unesa mereka diam saja cuma lihat," tandasnya.
-- Setelah dimassa, dua pelaku digelandang ke Mapolrestabes Surabaya --
Dua dari tiga bandit jalanan ini akhirnya menyerah setelah terkepung di Jalan Pacuan Kuda Surabaya. Keduanya terjebak gang buntu disana setelah dikejar korban dan warga dari depan Lenmarch. Kedua penjahat jalanan itu bernama Sam Fembi Setiawan (26) warga Kupang Gunung Gang Buntu Surabaya dan Santo Puji Kurniawan (32), warga Kupang Gunung Timur 1 No 43 Surabaya.
"Kedua pelaku diamankan Unit Resmob dan amukan warga. Keduanya mengaku baru sekali ini melakukan kejahatan jalanan. Tapi kami mendalaminya," sebut Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard Sinambela, melalui Wakasatreskrim, Kompol I Dewa Gede Juliana, Rabu (25/10/2017).
Kompol Dewa membeberkan, kedua pelaku ini beraksi bertiga. Satu lagi yang membawa kabur motor korban, yaitu YY, hingga kini masih diburu. Kelompok ini bekerja dengan cara pura-pura tanya alamat dengan menghentikan laju motor korban. Setelah mendekat dengan korban, pelaku menodongkan pisau kearah korban. "Barang bukti senjata tajam masih kami cari. Karena dibuang oleh pelaku," imbuhnya.
Selain mengamankan kedua pelaku, Tim Anti Bandit Unit Resmob yang berhasil mengevakuasi kedua pelaku dari amarah warga selanjutnya, juga berhasil menyita barang bukti. Yaitu STNK motor korban dan motor sarana pelaku, Yamaha Mio W 3859 SY. "Kami masih kembangkan kasusnya," tegas Kompol Dewa.
Dalam aksinya, ketiga penjahat itu membagi peran. Sam sebagai joki, Santo yang menodongkan senjata tajam ke arah korban, dan YY sebagai eksekutor sekaligus melarikan motor korban. YY lah yang hingga kini diburu. Karena dialah yang berhasil membawa kabur motor Vario 110 New warna hitam dop, bernopol W 4513 AH milik korban. bkr
Editor : Redaksi