Saksi Biksu Sang Maestro Menghembuskan Nafas Yang Terakhir

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Masih ingatkah kita tentang seorang komponis kelahiran Purwokerto 9 maret 1903 dengan lagu ciptaannya Indonesia Raya yang hingga saat ini masih kita dengar di setiap upacara atau di acara-acara tertentu. Ya, Maestro legendaris Indonesia itu bernama Wage Rudolf Soepratman (30/10/2017). Bagi yang penasaran dengan kisah hidup Wage Rudolf Soepratman, boleh mampir ke rumah tua yang menjadi saksi hayat sang legendaris. Lokasinya tidak begitu jauh dari Stadion Gelora Sepuluh Nopember Surabaya, tepatnya di Jl. Mangga No. 21 Kelurahan Tambaksari, Surabaya. Berada di tepat di tengah-tengah pemukiman penduduk, terdapat bangunan sederhana berukuran kurang lebih 5 x 10 meter dengan patung Soepratman setinggi 2,5 meter sebagai penanda bahwa itulah rumah beliau. Di dalam rumah kecil tersebut terdapat peninggalan sejarah saksi sejarah dimana W.R.Soepratman berkarya, seperti foto, lirik, lukisan, partitur Indonesia Raya, hingga replika biola dan foto Raden Ajeng Kartini yang konon sangat dikagumi oleh beliau. Menurut sejarah, sebenarnya rumah tersebut adalah milik kakak WR. Soepratman bernama Rukiyem Supratijah. WR. Soepratman menempati rumah tersebut untuk menghindar dari kejaran pemerintah Hindia Belanda akibat menciptakan lagu Indonesia Raya kala itu. Rasa haru sekaligus kagum muncul ketika memasuki kamar utama di rumah tersebut. Kamar unik yang hanya memiliki akses masuk dari jendela ini mempunyai sebuah dipan bambu replika dimana WR. Soepratman menghembuskan nafas terakhirnya.

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru